HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan serangan militer awal yang terbatas terhadap Iran.
Serangan tersebut diduga bertujuan untuk menekan Teheran demi menerima kesepakatan nuklir.
“Saya rasa bisa dibilang bahwa saya sedang mempertimbangkannya,” kata Donald Trump pada Jumat (20/2).
Jika disetujui, serangan itu dapat dilakukan dalam hitungan hari dengan menargetkan sejumlah situs militer atau pemerintah.
Dalam laporan media di Amerika Serikat menyebut jika Iran tetap menolak memenuhi tuntutan nuklir AS, pemerintahan Trump akan merespons dengan operasi besar-besaran terhadap fasilitas pemerintah Iran.
Serangan itu berpotensi ditujukan untuk menggulingkan rezim Teheran.
Dalam pernyataan sebelumnya, Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Hal itu seraya memperingatkan bahwa jika tidak, hal-hal yang sangat buruk akan terjadi pada negara tersebut. Dirinya menolak menjawab apa tujuan dari kemungkinan serangan militer AS.
Trump telah memerintahkan peningkatan kekuatan militer besar-besaran di Timur Tengah. Banyak pihak yang meyakini peningkatan tersebut membuat Trump sulit untuk mundur tanpa adanya konsesi besar dari Iran.
Kapal induk USS Gerald R. Ford mendekati Gibraltar pada Rabu lalu dalam perjalanan dari Karibia untuk bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln di perairan dekat Iran, seperti dilaporkan media setempat.

