Kamis, 19 Feb 2026
BREAKING
Kamis, 19 Feb 2026

Pasokan dan Distribusi Diperkuat Agar Cabai Tak “Pedas” di Kantong

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati mulai menunjukkan tren penurunan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Tambahan pasokan dari daerah sentra produksi serta intervensi biaya distribusi dari pemerintah dinilai efektif meredam lonjakan harga yang sempat menyentuh angka tinggi.

Ujang, salah satu pedagang di pasar induk tersebut, mengatakan harga kini bergerak turun dibandingkan pekan lalu.

- Advertisement -

“Sebelumnya harga bisa di kisaran Rp 90.000-an (per kg). Dengan kondisi sekarang, bisa turun sekitar Rp 5.000 menjadi Rp 85.000 atau bahkan Rp 80.000 tergantung hasil tawar-menawar. Pembeli biasanya mulai menawar di Rp 80.000, bahkan Rp 70.000–Rp80.000,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Penurunan harga ini tak lepas dari masuknya pasokan tambahan, termasuk dari Sulawesi Selatan. Pedagang lain, H Joharlis, menyebut distribusi dari Makassar sangat membantu menahan laju kenaikan harga.

- Advertisement -

“Harganya sudah turun sedikit. Kalau tidak dibantu dari Makassar, harga cabai bisa saja mencapai Rp 150.000. Biaya distribusinya sekitar Rp 9.000 sampai Rp 10.000. Dalam kondisi seperti ini, kalau ongkosnya dibantu, harga bisa ditekan. Jika biaya distribusi digratiskan, pedagang tidak akan berani menaikkan harga sehingga harga tetap bisa dikendalikan,” ungkapnya.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan secara nasional produksi cabai rawit sebenarnya dalam kondisi cukup. Kenaikan harga sebelumnya lebih disebabkan kendala teknis saat panen, terutama faktor cuaca.

“Memang ada dua problem, yang pertama adalah secara prinsip pasokan atau stoknya tinggi, cukup produksinya tinggi, tapi problemnya dalam petik. Pada saat hujannya tinggi, tenaga kerja yang memetik tidak ada, tidak berani karena akan cepat busuk,” jelas Ketut saat sidak.

Menurutnya, curah hujan tinggi dan momentum libur membuat tenaga kerja enggan memetik cabai karena risiko busuk meningkat. Akibatnya, pasokan yang masuk pasar sempat terganggu.

Untuk mempercepat stabilisasi, Bapanas mengoptimalkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) guna menekan ongkos kirim dari sentra produksi ke Jakarta yang saat ini berkisar Rp 9.000–10.000 per kilogram.

“Sebagaimana perintah dari Bapak Andi Amran Sulaiman (Kepala Bapanas), lakukan FDP, maka ini akan bisa mengkoreksi harga, minimal Rp 5.000 sampai Rp 10.000,” tegasnya.

Sementara itu, Satgas Pangan Polri memastikan pengawasan ketat terus dilakukan agar pasokan lancar dan harga tetap stabil menjelang hari besar keagamaan nasional.

Dengan tambahan pasokan dari Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, harga di tingkat pasar induk mulai terkoreksi. Pemerintah berharap tren ini segera diikuti pasar turunan sehingga masyarakat tidak terbebani saat Ramadan dan Idul Fitri.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru