Rabu, 18 Feb 2026
BREAKING
Rabu, 18 Feb 2026

Siap-siap, PFN Bakal Hadirkan Bioskop Negara ‘Sinewara’

7 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Produksi Film Negara (PFN) (Persero) berencana membangun bioskop milik negara pertama di Indonesia. Hal ini diungkapkan Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah atau yang akrab dikenal Ifan Seventeen dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI pada 2 Februari 2026 lalu.

Dikatakan, bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan memberi nama bioskop tersebut Sinewara. Ifan menyebut, bioskop ini akan menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi pengembangan bioskop negara di berbagai daerah.

- Advertisement -

“Alhamdulillah untuk ke depan Insyaallah, PFN akan mendirikan bioskop negara pertama yang bernama Sinewara,” katanya, dikutip Holopis.com dari YouTube TVR Parlemen, Rabu (18/2/2026).

Ifan menjelaskan, bioskop negara pertama itu akan dibangun di kawasan kantor PFN yang berlokasi di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Namun demikian, ia belum merinci jadwal pasti dimulainya pembangunan proyek tersebut.

- Advertisement -

Menurutnya, pembangunan Sinewara diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah maupun pihak lain untuk turut mengembangkan bioskop milik negara dengan skema kepemilikan bersama.

“Jadi ini sebagai pilot project untuk bioskop negara pertama, semoga ini bisa menjadi stimulan dan juga trigger untuk daerah-daerah lain ikut mengembangkan bisnis bioskop negara ini, dengan cara bergabung sebagai shareholder,” terang dia.

Dalam paparannya, Ifan membeberkan jumlah bioskop di Indonesia saat ini masih tergolong minim. Berdasarkan catatan PFN, jumlah bioskop di Indonesia baru sekitar 505 dengan total 2.401 layar.

Sebaran layar bioskop pun masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Tiga wilayah dengan jumlah persebaran tertinggi yakni Jawa sebesar 70 persen, Sumatera 15 persen, dan Kalimantan 5 persen.

“Idealnya jika dibandingkan dari India, China maupun USA harusnya Indonesia itu mempunyai 20.000 layar yang menjadi target betul kata Mas Angga setengahnya 10.000 layar. Sedangkan dari data yang kami punya sekarang di negara kita tersedia hanya sekitar 2.400 layar, di mana tingkat penyebarannya sangat tidak rata bahkan hanya 25-30% daripada kabupaten kota yang ada di Indonesia mempunyai layar,” terangnya.

Data tersebut menunjukkan masih lebarnya kesenjangan akses masyarakat terhadap sarana hiburan dan distribusi film nasional. Sehingga kehadiran bioskop negara Sinewara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperluas akses tontonan berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem perfilman nasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
7 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru