HOLOPIS.COM, JAKARTA – Iran sempat menggelar latihan militer dengan menembakkan rudal aktif ke arah Selat Hormuz. Iran mengumumkan juga sempat menutup jalur Selat Hormuz di tengah masih proses perundingan dengan Amerika Serikat (AS).
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pun melemparkan peringatan keras ke AS.
Khamanei menyindir AS yang mengerahkan kapal perang ke Teluk Persia untuk mengancam Iran. Pemimpin Agung Iran itu mengancam kapal perang AS yang ditempatkan di Teluk bisa ditenggelamkan.
“Kita terus mendengar bahwa mereka [AS] telah mengirimkan kapal perang ke arah Iran. Kapal perang tentu saja merupakan senjata berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya adalah senjata yang mampu menenggelamkannya,” kata Khamenei dalam pidatonya dikutip dari South China Morning Post yang dikutip pada Rabu, (18/2/2026).
AS dan Iran saat ini sudah mengadakan pertemuan kedua terkait program nuklir pada Selasa di Jenewa. Sementara, Washington juga meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah dan Teheran mengadakan latihan maritim skala besar.
Utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, terbang ke Jenewa untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

“Pada akhirnya, kami mampu mencapai kesepakatan luas mengenai serangkaian prinsip panduan, berdasarkan prinsip-prinsip tersebut kami akan bergerak maju dan mulai mengerjakan teks perjanjian potensial,” kata Araghchi kepada televisi pemerintah setelah pembicaraan di Jenewa.
Dia menilai pertemuan di Jenewa digambarkan sebagai lebih konstruktif daripada putaran sebelumnya awal bulan ini di Oman.
Media lokal sudah melaporkan sebelum pembicaraan bahwa Iran menembakkan rudal aktif ke arah Selat Hormuz. Iran menutup sementara Selat Hormuz selama beberapa jam karena “alasan keamanan dan masalah maritim”.
Iran sebelumnya mengumumkan latihan militer maritim pada Senin di jalur Hormuz yang merupakan jalur perdagangan internasional penting karena dilalui oleh 20 persen minyak dunia.
Kantor berita Tasnim, yang dekat dengan Garda Revolusi paramiliter, melaporkan rudal aktif yang diluncurkan Iran telah mengenai sasarannya di Selat Hormuz.
Pun, Televisi pemerintah Iran melaporkan pada bahwa negosiasi dengan AS akan bersifat tidak langsung. Isi negosiasi itu hanya fokus pada program nuklir Iran. Bukan kebijakan domestik termasuk penindakan berdarah terhadap para pengunjuk rasa bulan lalu.
Presiden AS Donald Trump juga sesumbar berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Iran setuju membatasi program nuklirnya. Iran merespons tak tinggal diam dan bakal membalas dengan serangan sendiri.
Trump juga mengancam Iran atas tindakan keras yang mematikan terhadap protes nasional baru-baru ini.

