Selasa, 17 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 17 Feb 2026

TNI AL Gelar Latihan Anti Amfibi di Babel, Gagalkan Penyelundupan Timah Rp173,6 M

8 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTATNI AL menggelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di wilayah Bangka Belitung atau Babel yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. Selain itu, digelar juga tangkapan komoditas logam dan mineral di wilayah Babel.

Dari keterangan Dinas Penerangan TNI AL, kegiatan latihan itu melibatkan unsur-unsur Kapal Perang di antaranya KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358.

- Advertisement -

Selain itu, ada KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594 dan KRI Pulau Fani-731.

Kemudian, TNI AL juga mengerahkan Satgas Udara berupa Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA, Pesud Cassa untuk penerjunan tempur. Lalu, ada juga dua Helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, Drone Kamikaze.

- Advertisement -

Berikutnya, ada Pasukan Pendarat dan Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir. Lalu, ada juga satuan pendukung lainnya yang terintegrasi dalam skenario operasi.

“Diwarnai dengan Penembakan Meriam 76 MM KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan Visit Board Search and Seizure (VBSS) oleh prajurit KRI Brawijaya-320,” demikian keterangan Dispen TNI AL dikutip pada Selasa, (17/2/2026).

Dalam Latihan itu, MLRS Korps Marinir juga menembakkan roketnya yang menjadi senjata utama dalam pertahanan pantai.

“Serta menembakkan GPMG dan MO-60, selanjutnya pasukan pendarat Korps Marinir juga diterjunkan untuk melaksanakan pendaratan amfibi,” jelas Dispen TNI AL.

Usai gelaran latihan, KSAL Laksamana Muhammad Ali juga mengecek barang bukti hasil pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL. Upaya itu dengan melakukan sinergi dengan Satlap Tri Cakti.

“Barang bukti tersebut berupa komoditas timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang (LTJ) antara lain zircon, ilmenite dan monazite yang berhasil diamankan sepanjang Tahun 2025 hingga 2026,” kata KSAL Laksamana Ali.

Dengan demikian, total berat tangkapan timah itu seberat 496,892 Ton dan 10.762,117 Ton logam tanah jarang. Estimasi nilai yang berhasil diamankan yaitu Rp173,6 miliar.

Menurut KSAL Lakamana Ali, Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini baru pertama kali dipraktikkan TNI AL. Maka itu, TNI AL berupaya melibatkan seluruh teknologi yang baru.

“Selain latihan, untuk pencegahan penyelundupan timah ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI. Babel memiliki sumber daya yang sangat kaya. Sayang sekali kalau diselundupkan bahkan menguntungkan negara lain,” kata KSAL.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
8 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru