Rabu, 18 Feb 2026
BREAKING
Rabu, 18 Feb 2026

Tiket Film Ghost in the Cell Joko Anwar Ludes Saat Tampil di Berlinale 2026

7 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Film horor komedi satir terbaru dari penulis dan sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell, mendapat sambutan hangat saat penayangan perdana (world premiere) di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Antusiasme penonton terlihat sejak tiket untuk seluruh pemutaran film terjual habis (sold out).

Tidak hanya itu, film ini juga berhasil memukau audiens dengan tepuk tangan gemuruh dan respons positif selama pemutaran.

- Advertisement -

Di Berlinale 2026, Ghost in the Cell diputar dalam program Forum, yang dikenal menampilkan kurasi film-film dengan visi sinematik kuat, berani secara bentuk, serta tajam dalam membaca realitas sosial dan politik. Film ini diputar sebanyak empat kali pada 13–22 Februari 2026, sepanjang berlangsungnya festival.

“Kami ingin bikin film yang benar-benar menghibur. Tapi ketika film selesai, akan ada pemikiran yang nempel di kepala mereka tentang situasi hidup di Indonesia,” kata penulis dan sutradara Joko Anwar.

- Advertisement -

Di film ini, Joko mengeksplorasi elemen horor supernatural—yang dalam dekade terakhir selalu ia beri penyegaran—sehingga terasa menjadi sesuatu yang tak terelakkan, bukan sekadar tontonan hiburan. Ia menekankan bahwa di Ghost in the Cell, fokus utama adalah pengembangan karakter secara mendalam, bukan hanya mengandalkan bangunan set.

“ini adalah film kami yang paling menghibur saat ini tapi juga reflektif,” tambah Joko.

Dalam kesempatan yang sama, produser Tia Hasibuan menyampaikan rasa lega dan senangnya setelah Ghost in the Cell mendapat sambutan meriah dari audiens internasional.

“Cerita di film ini sangat merefleksikan apa yang terjadi dengan dinamika yang ada di Indonesia. Namun, saat melihat respons penonton dari luar Indonesia di Berlinale, ternyata horor komedi satir ini juga bisa relate dengan mereka. Semoga sambutan positif ini berlanjut saat filmnya tayang di Indonesia pada 16 April 2026.”

Ghost in the Cell menjadi menarik karena berlatar di sebuah penjara Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan. Daya tarik lain film ini adalah kemampuannya memadukan horor dengan kritik sosial untuk membongkar bagaimana sebuah sistem bisa melindungi kekuasaan, bahkan di tempat yang seharusnya menjadi ruang hukuman.

Film ini digadang-gadang menjadi salah satu persembahan sinematik terbaru dari maestro Joko Anwar, yang pada akhir tahun lalu dianugerahi gelar kehormatan sekaligus penghargaan tertinggi kebudayaan oleh Pemerintah Prancis, Chevalier de l’Ordre des Arts et des Lettres. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas pencapaian artistik Joko selama dua dekade berkarier di perfilman Indonesia.

Sebelum Ghost in the Cell, Joko Anwar telah merilis banyak film sukses di pasaran, termasuk Pengepungan di Bukit Duri. Film tersebut juga meraih berbagai penghargaan bergengsi, memenangkan 5 Piala Citra FFI 2025 serta 3 penghargaan di Festival Film Pilihan Tempo.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
7 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru