HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aksi licin seorang pria berinisial NW (43) yang menyasar hotel-hotel berbintang di Jakarta akhirnya terhenti. Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk pelaku yang dikenal kerap menyamar sebagai peserta seminar atau karyawan kantor untuk melancarkan pencurian.
Dengan penampilan rapi mengenakan batik, lanyard, dan membawa tas layaknya pekerja profesional, NW bebas keluar masuk ruang pertemuan tanpa menimbulkan kecurigaan. Modus ini membuatnya leluasa mengincar barang-barang berharga milik peserta kegiatan yang lengah.
Aksi terakhirnya terjadi pada Selasa (10/2/2026) di sebuah hotel kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Korban kehilangan tas ransel hitam berisi ponsel Oppo Reno 10 X Zoom, laptop Lenovo Ideapad Gaming 3i, serta uang tunai Rp300 ribu. Saat itu korban meninggalkan barang di ruang rapat untuk makan siang. Ketika kembali, tas dan seluruh isinya telah raib.
Laporan langsung dibuat ke Polsek Tanah Abang. Berbekal rekaman CCTV dan analisa pola kejahatan, tim Resmob menemukan kemiripan dengan dua kasus serupa di hotel kawasan Jakarta Pusat pada Agustus dan Oktober 2025.
Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan NW merupakan eksekutor tunggal. Ia secara khusus menyasar kegiatan seminar atau pertemuan dengan tingkat mobilitas tinggi dan pengawasan longgar. Situasi ramai dimanfaatkan untuk mencuri barang yang ditinggalkan sebentar oleh pemiliknya.
NW akhirnya ditangkap pada Jumat (13/2/2026) di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Polisi menyita satu unit laptop milik korban, lanyard, kacamata hitam, tas hitam, baju batik, celana jeans, dan sepatu yang digunakan saat beraksi.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan pelaku memanfaatkan kelengahan korban.
“Pelaku berpenampilan seperti peserta atau karyawan sehingga mudah masuk ke ruang pertemuan dan mengambil barang tanpa dicurigai,” ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan, terutama saat menghadiri kegiatan di hotel atau ruang publik. Laporan dapat disampaikan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan 110 yang aktif 24 jam.
Saat ini penyidik masih mendalami kemungkinan adanya lokasi kejadian lain dengan pola serupa. Polisi tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah.

