HOLOPIS.COM, JAKARTA – Liga Inggris memperbolehkan setiap pemain muslim yang tampil untuk berbuka puasa saat pertandingan berlangsung. Hal itu sebagaimana penerapan kebijakan yang tertuang terkait penyelenggaraan laga di bulan Ramadan.
Sebelumnya perlu diketahui bersama, waktu maghrib di Inggris sendiri dimulai sekitar pukul 17.00 sampai 19.00 waktu setempat. Momen buka puasa pun diperbolehkan jika ada pertandingan yang memang tampil pada waktu tersebut.
Dikutip Holopis.com dari BBC, prosedur rutin di bulan puasa itu kembali dihadirkan di bulan Ramadan ini. Dalam prosedurnya, momen itu hadir sesuai koordinasi beberapa pihak di atas lapangan.
Di tengah pertandingan, kapten tim dan wasit akan berkoordinasi mencari waktu yang tepat memberikan waktu pemain muslim buka puasa. Momen-momen tersebut bisa diambil saat bola mati, seperti lemparan ke dalam, tendangan bebas, tendangan gawang dan lain-lain.
Tapi ada kebijakan lain jika memang laga tetap berlanjut, terkhusus pemain muslim bisa buka puasa secara individu dengan tenggat waktu 1-3 menit.
Diberhentikan atau tidaknya laga di tengah pertandingan disesuaikan dengan koordinasi tim dan wasit sebelum pertandingan, jika sepakat, maka laga dihentikan sejenak. Biasanya laga dihentikan sejenak jika tim yang tampil banyak dihuni pemain muslim.
Berbeda dengan kebijakan pertama kali diberlakukan pada 2021 lalu, dimana laga dipastikan berhenti sejenak pada menit 30.
Sebagai informasi tambahan, di Liga Inggris sendiri cukup banyak pemain yang beragama muslim dan tetap menjalankan ibadah puasa saat bertanding, seperti Mohamed Salah, William Saliba, Noussair Mazraoui dan lain sebagainya.

