Rabu, 18 Feb 2026
BREAKING
Rabu, 18 Feb 2026

Hizbullah Ancam Israel dengan Respons Menyakitkan Jika Ketegangan Kembali Memanas

10 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemimpin Hizbullah Naim Qassem pada Senin (16/2) memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi respons yang “menyakitkan” apabila ketegangan kembali meningkat. Dalam pernyataannya, Qassem juga menuduh Amerika Serikat (AS) secara langsung mendukung operasi militer Israel serta ekspansi pengaruhnya di kawasan.

Berbicara dalam sebuah upacara peringatan yang disiarkan televisi al-Manar, Qassem menilai Israel tengah menjalankan strategi “tekanan maksimal” untuk memaksa konsesi politik tanpa harus menanggung konsekuensi perang berskala besar.

- Advertisement -

“Israel sedang menjalankan strategi tekanan maksimal untuk memaksa konsesi politik sambil menghindari biaya perang yang lebih luas,” ujarnya.

Qassem menambahkan, meskipun Israel dapat meraih keunggulan militer taktis dalam sejumlah konfrontasi, negara tersebut dinilai tidak akan mampu menciptakan kendali maupun stabilitas jangka panjang di kawasan.

- Advertisement -

Ia juga menyebut Israel sebagai “entitas ekspansionis” yang berupaya memperluas kendali teritorial di Palestina dan wilayah sekitarnya, termasuk melalui langkah-langkah yang disebutnya sebagai upaya aneksasi bertahap di Tepi Barat. Qassem turut menyoroti situasi di Gaza yang menurutnya sebagian besar wilayah kini berada di bawah kendali langsung Israel.

Dalam pidatonya, Qassem menuduh Washington berperan aktif dalam kebijakan Israel.

“Amerika Serikat adalah mitra penuh dalam tindakan-tindakan Israel,” katanya, seraya menuding AS memberikan dukungan politik, diplomatik, dan operasional terhadap kampanye militer serta perluasan wilayah.

Hizbullah dan Israel sendiri telah terlibat dalam pertempuran lintas perbatasan sejak pecahnya konflik Gaza pada Oktober 2023. Kedua pihak kemudian menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada 27 November 2024.

Meski demikian, serangan berkala masih terjadi di wilayah Lebanon. Israel menyatakan operasi tersebut ditujukan untuk menghilangkan ancaman dari Hizbullah, sementara kelompok itu menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berkelanjutan terhadap kesepakatan gencatan senjata.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru