HOLOPIS.COM, MAROS – Sepanjang tahun 2025, pergerakan wisatawan di Sulawesi Selatan meninjukkan peningkatan yang cukup drastis dibanding tahun sebelumnya.
Data terbaru menunjukkan, total perjalanan wisatawan domestik di enam provinsi di Sulawesi mencapai 91,8 juta perjalanan. Geliatnya pariwisata menandakan pemulihan ekonomi di Sulsel berangsur-angsur membaik.
Provinsi Sulawesi Selatan menjadi kontributor terbesar dengan 42.530.358 perjalanan, hampir separuh dari total pergerakan wisatawan nusantara di Pulau Celebes.
Tempat wisata yang paling banyak dikunjungi yakni di wisata air terjun Bantimurung, Kabupaten Maros.
Angka ini mempertegas posisi Sulsel sebagai pintu utama sekaligus pusat aktivitas pariwisata dan mobilitas masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Di posisi berikutnya, Sulawesi Utara mencatat 14.537.959 perjalanan, disusul Sulawesi Tenggara dengan 13.272.738 perjalanan, serta Sulawesi Tengah sebanyak 11.572.179 perjalanan.
Sementara itu, Gorontalo menyumbang 6.280.383 perjalanan, dan Sulawesi Barat mencatat 4.630.996 perjalanan.
Berdasarkan keterangan Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan nusantara yang tercatat merupakan penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan di dalam negeri, bukan untuk bekerja atau bersekolah dengan tujuan utama, namun kebanyakan berwisata.
“Peningkatan mobilitas ini mencerminkan membaiknya kepercayaan masyarakat untuk berwisata, sekaligus menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,”demikian rilis yang disampaikan BPS Sulsel, dikutip Holopis, Selasa (17/2).
Menurut data BPS, tingginya arus perjalanan juga membuka peluang besar bagi pengembangan destinasi, penguatan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja di sektor pariwisata.
“Dengan tren positif ini, Pulau Sulawesi kian mengukuhkan diri sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional, yang tidak hanya menarik wisatawan mancanegara, tetapi juga menjadi magnet kuat bagi pelancong domestik,”tutupnya.

