HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah resmi menambah ragam layanan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026. Program ini tidak hanya memperluas cakupan pemeriksaan, tetapi juga memperkuat tindak lanjut hasil skrining hingga pengobatan gratis selama 15 hari.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas penanganan penyakit sejak dini, terutama penyakit menular dan gangguan kesehatan spesifik lainnya.
Layanan Baru yang Ditambahkan
Dalam CKG 2026, sejumlah layanan baru diperkenalkan. Di antaranya deteksi dini gangguan penglihatan guna menekan angka kasus yang terus meningkat di Indonesia.
Selain itu, pemerintah menambahkan pemeriksaan riwayat imunisasi anak untuk memastikan kelengkapan vaksinasi yang bisa segera dikejar jika belum lengkap.
Program ini juga mencakup pemeriksaan scabies, kusta, frambusia, serta skrining tuberkulosis (TB) untuk mendorong percepatan eliminasi penyakit menular.
Tak hanya itu, pelaksanaan CKG kini diperluas ke luar puskesmas, termasuk di tempat kerja. Tujuannya untuk meningkatkan akses dan partisipasi masyarakat.
Persiapan dan Integrasi dengan BPJS
Untuk mendukung program ini, fasilitas penunjang seperti alat perekam jantung disiapkan di tiap puskesmas. Pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai pihak agar masyarakat yang tidak sempat datang ke puskesmas tetap bisa terlayani.
CKG juga diintegrasikan dengan BPJS Kesehatan agar tindak lanjut medis tidak terkendala biaya.
Pada 2026, CKG menargetkan 130–136 juta orang atau sekitar 46 persen penduduk Indonesia bisa mengikuti program ini. Pemerintah juga menargetkan 60 persen kabupaten/kota mampu menindaklanjuti lebih dari 80 persen hasil CKG.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan optimisme pemerintah terhadap program ini.
“Untuk 2026 ini kita coba akan mencapai lebih dari seratus juta capaian CKG nasional. Mudah-mudahan bisa terus berjalan (CKG) dengan kegiatan yang inovasinya banyak dilakukan puskesmas di daerah,” ujarnya.
Dengan perluasan layanan dan target ambisius tersebut, CKG 2026 diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem deteksi dini serta mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sejak awal.

