HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tidur siang sering menjadi cara cepat untuk memulihkan energi di tengah aktivitas padat. Namun, tidak sedikit orang justru merasa kepala pusing, berat, atau sulit fokus setelah bangun dari tidur siang yang terlalu lama.
Kondisi ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi tubuh ketika durasi tidur siang melebihi kebutuhan, sehingga bukannya segar, tubuh justru terasa tidak nyaman.
1. Tubuh Masuk ke Fase Tidur Terlalu Dalam
Jika tidur siang berlangsung lebih dari 30–60 menit, tubuh bisa masuk ke fase tidur dalam. Saat terbangun dari fase ini, otak membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali aktif sehingga muncul rasa pusing, lemas, atau linglung.
2. Terjadi Sleep Inertia atau ‘Mabuk Tidur’
Sleep inertia adalah kondisi ketika tubuh belum sepenuhnya siap bangun. Gejalanya bisa berupa kepala terasa berat, sulit berkonsentrasi, hingga tubuh terasa lambat merespons. Efek ini biasanya lebih kuat jika tidur berlangsung terlalu lama.
3. Jam Biologis Tubuh Terganggu
Tubuh memiliki ritme sirkadian yang mengatur pola tidur dan bangun. Tidur siang berlebihan dapat mengacaukan ritme tersebut, membuat tubuh bingung menentukan waktu istirahat dan aktif, yang akhirnya memicu rasa tidak nyaman di kepala.
4. Perubahan Aliran Darah dan Posisi Tubuh
Berbaring terlalu lama membuat tubuh kurang bergerak. Saat bangun secara tiba-tiba, tekanan darah dan aliran oksigen ke otak perlu menyesuaikan kembali. Proses adaptasi inilah yang dapat menimbulkan sensasi pusing.
Tidur siang tetap bermanfaat jika dilakukan dengan durasi yang tepat. Waktu sekitar 20–30 menit dinilai cukup untuk mengembalikan energi tanpa membuat tubuh masuk ke fase tidur dalam, sehingga setelah bangun tubuh terasa lebih segar dan siap melanjutkan aktivitas.
Tetap jaga kesehatan ya, Sobat Holopis!

