Trump Tak Segarang Ucapannya, Strategi Rudal Iran jadi Momok Bikin Washington Ciut

10 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Eskalasi Amerika Serikat era Donald Trump bersama sekutunya Israel dalam konfrontasi dengan Iran jadi sorotan global. Trump yang sebulan lalu sesumbar mengancam kekuatan militer ke Iran kini mengirim tim utusan khusus melakukan proses perundingan.

Akhir bulan lalu, Trump menggunakan media sosial untuk mengancam rezim ulama Iran. Presiden kontroversial itu minta Iran harus datang ke meja perundingan.

- Advertisement -

Trump ingin pastikan agar Iran jangan ada senjata nuklir. Dia pun membanggakan cara AS menggulingkan rezim Venezuela dengan menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya yang meninggalkan Caracas saat tengah malam.

Lalu, dua pekan kemudian, tiba-tiba situasinya berubah. Sekarang tak ada terburu-buru untuk mencapai kesepakatan.

- Advertisement -

Biasanya, ancaman perang selalu muncul dan direalisasikan setelah perundingan gagal. Bukan sebelum perundingan dimulai. Tapi, AS kali ini beda yang sepertinya sulit dan hati-hati menangani Iran.

Aljazeera Centre For Studies melaporkan aksi AS terhadap Venezuela di rezim Maduro terang-terangan melakukan pelanggaran hukum internasional. Banyak yang khawatir cara AS ke Maduro dan Venezula itu akan dipraktikkan juga ke Iran.

Penting memahami mengapa AS belum terlibat dalam aksi militer terhadap Iran. Washington tak ragu-ragu karena tak memiliki kemampuan militer yang luar biasa. AS ragu-ragu karena dalam kasus Iran, kekuatan tak berarti kecepatan. Sementara, kecepatan adalah ‘mata uang’ yang paling dihargai Donald Trump.

Penilaian umum di Barat bahwa Iran lemah, terlalu berambisi, dan hanya pura-pura berani. Tapi, penilaian itu sepertinya didasarkan pada gagasan yang salah. Perang dengan Iran bakal berakhir cepat, terkendali, dan pada akhirnya berakhir dengan cara yang menguntungkan AS. Namun, pandangan seperti itu sangat naif dan berbahaya.

Iran telah menghabiskan puluhan tahun mempersiapkan diri bukan untuk menang dengan cepat. Tetapi, untuk memastikan bahwa setiap konflik dengan musuhnya menjadi berlarut-larut dan mahal,” demikian ulasan Aljazeera Centre For Studies dikutip pada Minggu, (15/2/2026).

Rudal iran
Rudal iran. [Foto: Ist]
Iran memiliki kemampuan strategi yang tak berpusat pada penaklukan wilayah atau keberhasilan taktis yang mencolok. Sebaliknya, strategi Iran dibangun di atas daya tahan dan pengenaan biaya. Negara Tanah Persia itu tak bertujuan untuk memberikan pukulan telak kepada musuh.

Mereka berupaya menarik musuh-musuhnya ke dalam konflik berkepanjangan yang menguras sumber daya mereka, mengikis modal politik, dan menghabiskan waktu. Pada akhirnya melelahkan bahkan militer terkuat sekalipun,” tulis ulasan itu.

Kondisi itu yang membuat AS tetap ragu-ragu. Donald Trump yang biasanya sesumbar dan langsung praktik kini berhati-hati. “Trump adalah seorang penjudi, tetapi dia tidak bunuh diri. Dia bersedia mengambil risiko ketika dia yakin peluangnya menguntungkan dirinya, dan imbalannya langsung.

Namun, Iran punya strategi realitas yang berbeda. Konflik dengan Iran berarti siap dengan kerugian yang sangat besar serta keuntungan yang terbatas. Iran bisa menawarkan hampir tidak ada jalan yang masuk akal menuju penyelesaian yang menentukan. Pun, demikian tidak ada jaminan kemenangan yang bersih.

Perang Iran vs Israel-AS 2025

Para analis terobsesi dengan tingkat pencegatan dengan kemampuan berapa banyak rudal Iran yang ditembak jatuh oleh militer Israel atau AS. Begitu juga efektif sistem pertahanan rudal Israel atau AS yang kerap digaungkan para analis Barat.

Tapi, yang penting dan mesti diingat bukanlah seberapa baik pertahanan bekerja dalam konflik perang. Namun, melainkan berapa lama pertahanan tersebut dapat dipertahankan.

Pencegat pertahanan rudal balistik (BMD) tak hanya mahal tapi juga lambat untuk diproduksi. Beda dengan rudal balistik yang dibuat di Iran. Ongkosnya agak relative lebih murah dan mudah diproduksi dalam skala besar. Secara praktis, satu pencegat tidak menjamin kekalahan satu rudal.

Pada kenyataannya, pihak bertahan sering menembakkan dua pencegat per ancaman yang datang untuk mengantisipasi kegagalan. Jelas, ini bermasalah bagi pihak bertahan,” jelas ulasan Aljazeera Centre For Studies.

Iran paham dengan dinamika itu. Strateginya dibangun di sekitar melemahkan sistem pertahanan rudal daripada mengalahkannya dengan cepat. Tak relevan apakah 80 persen atau bahkan 90 persen rudal dicegat jika persentase kecil yang berhasil lolos dapat menimbulkan kerusakan ekonomi, menutup wilayah udara, atau menurunkan moral. Dengan serangan rudal yang lolos menciptakan tekanan politik.

Seiring waktu, tingkat penetrasi meningkat lantaran sumber daya pertahanan menjadi menipis. Hal itu yang dikhawatirkan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu yang mendesak Trump agar memakai syarat rudal balistik Iran ke meja perundingan.

Perang Iran-Israel Juni 2025 adalah contoh dari realitas itu. Rudal pencegat Arrow-2 dan Arrow-3 Israel banyak digunakan. AS pun mesti turun tangan dengan memberikan dukungan. AS mengerahkan baterai THAAD dan menggunakan sejumlah besar rudal pencegat MIM-401 Talon. Lalu, dikerahkan rudal pencegat SM-3 yang diluncurkan dari kapal perusak Angkatan Laut AS.

Secara taktis, pertahanan tersebut berhasil. Tapi, secara strategis, hal itu menimbulkan biaya yang tidak mampu ditanggung AS untuk diulangi.

Kedalaman persenjataan adalah faktor paling penting dalam konflik apa pun. Mengisi kembali rudal pencegat BMD kelas atas membutuhkan waktu bertahun-tahun. Bahkan dengan proyeksi yang paling optimis sekalipun.

Kemampuan Iran sering disalahpahami karena dievaluasi secara terpisah. Sistem persenjaraan militer Iran disiapkan untuk beroperasi sebagai ekosistem terkoordinasi. Strategi itu dengan setiap komponen dioptimalkan untuk peran spesifik dalam konteks militer-geografis unik Iran.

Rudal balistik, rudal jelajah, dan drone serang Iran dirancang untuk beroperasi dalam lingkungan spesifik Iran, memenuhi kebutuhan strategisnya. Sistem ini tdak dirancang untuk bekerja sendiri. Tapi, sistem itu dimaksudkan untuk membanjiri dan melemahkan pertahanan musuh melalui tekanan konstan dan tanpa henti.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru