TNI Catat Ratusan Pelanggaran Prajurit, Operasi Gaktib 2026 Bakal Diperketat

10 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto memimpin upacara gelar operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun 2026. Di momen itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menmyampaikan amanat khususnya.

Amanat Panglima TNI Jenderal Agus dibacakan oleh Danpuspom TNI Mayjen Yusri. Menurut Panglima TNI yang dibacakan Mayjen Yusri menekankan pelaksanaan Operasi Gaktib dan Yustisi harus terus diarahkan pada penguatan profesionalisme aparat penegak hukum di lingkungan TNI.

- Advertisement -

Jenderal Agus berpesan agar pelaksanaan operasi tahun ini mesti terus dikembangkan ke arah peningkatan profesionalisme petugas. Begitupun subjek hukum melalui pendekatan edukatif.

“Karena esensi operasi ini adalah proses lanjutan dari upaya pencegahan sekaligus penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI,” kata Jenderal Agus, dalam keterangan Puspen TNI, dikutip pada Minggu, (15/2/2026).

- Advertisement -

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto._HOLOPIS

 

Jenderal Agus menuturkan dari laporan pelaksanaan operasi tahun 2025, terjadi penurunan signifikan jumlah pelanggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Dari data, operasi Gaktib menurun dari 456 pelanggaran pada 2024 menjadi 432 pelanggaran atau turun 5,62 persen.

Adapun Operasi Yustisi mengalami penurunan dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau berkurang 40,64 persen.

Dalam amanatnya, Jenderal Agus menyoroti tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks. Jenderal Agus menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi modern dalam mendukung kinerja Polisi Militer TNI.

“Modernisasi alat-peralatan serta sarana-prasarana teknologi, informasi harus dioptimalkan guna mempercepat proses penanganan perkara pidana secara profesional dan transparan,” ujarnya.

Di akhir amanatnya, Jenderal Agus berpesan agar seluruh prajurit senantiasa responsif melalui deteksi dini dan reaksi cepat. Selain itu, penting menjaga soliditas dan sinergi dengan seluruh komponen bangsa.

Kemudian, prajurit juga mesti terus kreatif, inovatif, dan, adaptif. Selain itu, prajurut mesti fleksibel mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi menjaga serta meningkatkan kepercayaan rakyat kepada TNI.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru