HOLOPIS.COM, JAKARTA – Warna merah dan emas selalu mendominasi perayaan Tahun Baru Imlek. Mulai dari dekorasi rumah, lampion, angpao, hingga pakaian yang dikenakan saat perayaan, dua warna ini hampir tidak pernah absen.
Lalu, apa alasan merah dan emas menjadi simbol utama dalam tradisi Imlek? Berikut penjelasan yang bisa sobat holopis simak :
Warna Merah Dipercaya Membawa Keberuntungan
Dalam budaya Tionghoa, warna merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan energi positif. Warna ini juga diyakini mampu mengusir roh jahat serta nasib buruk.
Kepercayaan tersebut berakar dari legenda tentang makhluk buas bernama Nian yang konon muncul setiap pergantian tahun dan menakuti warga. Dalam cerita rakyat, makhluk itu takut pada warna merah, suara keras, dan cahaya terang.
Sejak saat itu, masyarakat menggunakan warna merah serta menyalakan petasan sebagai simbol perlindungan.
Karena makna tersebut, warna merah kemudian identik dengan harapan akan tahun baru yang penuh keberuntungan dan keselamatan.
Warna Emas Melambangkan Kemakmuran dan Kekayaan
Sementara itu, warna emas melambangkan kekayaan, kemakmuran, dan kesuksesan. Dalam filosofi Tionghoa, emas identik dengan elemen logam yang merepresentasikan kekuatan dan stabilitas.
Tidak heran jika banyak ornamen Imlek memadukan warna merah dan emas.
Kombinasi keduanya dianggap sebagai simbol doa agar tahun yang baru membawa rezeki berlimpah dan kehidupan yang lebih sejahtera.
Filosofi Keseimbangan dan Harmoni
Merah dan emas juga mencerminkan keseimbangan antara kebahagiaan (merah) dan kemakmuran (emas). Dalam budaya Tionghoa, harmoni menjadi nilai penting dalam kehidupan, termasuk dalam menyambut tahun baru.
Penggunaan dua warna ini secara konsisten dalam dekorasi, busana, hingga amplop angpao memperkuat simbol harapan akan kebahagiaan yang stabil dan rezeki yang terus bertumbuh.

