HOLOPIS.COM, MATARAM – Belakangan masyarakat, khususnya warganet dihebohkan dengan video bokep berdurasi 13 detik yang diduga melibatkan seorang mahasiswa Universitas Mataram (Unram). Namun dugaan tersebut dibantah oleh pihak kampus.
Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unram, Joko Jumadi menegaskan, bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidaklah benar.
“Kami dari Satgas DPKS Universitas Mataram menyampaikan bahwa pertama, tidak benar bahwa video yang ada di dalam, kemarin yang ada di dalam video itu adalah mahasiswa Unram,” tegasnya kepada wartawan, dikutip Holopis.com, Jumat (13/2/2026).
Joko menjelaskan, bahwa pihak kampus sejatinya telah menelusuri video tersebut sejak 25 September 2025. Hasil penelusuran menunjukkan, bahwa peristiwa dalam rekaman itu tidak terjadi di wilayah Lombok maupun Nusa Tenggara Barat (NTB).
Apalagi, lanjutnya, melibatkan mahasiswanya yang disebut saat itu tengah menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa di Kecamatan Lenek, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Video itu sudah kami temukan sejak tanggal 25 September tahun 2025. Dan itu bukan kejadian yang terjadi di Lombok, itu terjadi di luar Nusa Tenggara Barat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Satgas PPKS Unram juga menghadirkan mahasiswa yang sempat dituduh sebagai pemeran dalam video viral tersebut.
Pihak kampus menilai terdapat perbedaan yang sangat jelas antara mahasiswa yang dituduh dengan sosok pemeran dalam video bokep yang belakangan viral di media sosial tersebut.
“Yang kedua, di sebelah saya, adalah mahasiswa yang dituduh ada di dalam rekaman video itu. Bisa sangat jelas, wajahnya juga berbeda. Yang sama adalah kacamatanya, hanya kacamatanya dalam video itu agak silver mendekati ke benih,” ujarnya.
Ia juga menegaskan adanya perbedaan fisik yang mudah dikenali, termasuk warna kacamata dan kondisi wajah sang mahasiswa.
“Anis kacamatanya warna hitam. Kalau dilihat wajah pun pasti akan berbeda. Yang satu tidak berjerawat, Anis masih ada jerawat-jerawatnya sedikit,” ucapnya.
Dengan sejumlah perbedaan tersebut, pihak kampus menilai tudingan yang mengaitkan mahasiswa Unram dengan video viral itu tidak berdasar. “Jadi, sangat jauh dari apa yang ada di dalam video ini,” tegasnya.
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang diduga melibatkan mahasiswa KKN di Lombok Timur, NTB. Video tersebut menyebar melalui aplikasi pesan singkat sebelum meluas ke berbagai platform media sosial.
Seorang kepala desa di Lombok Timur sebelumnya juga telah memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut. Namun, klarifikasi tersebut berbeda dengan pernyataan pihak Satgas PPKS Unram.
“Benar itu kalau dia (pemeran) KKN di desa kami, tapi kalau masalah video ini saya sama sekali tidak tahu,” ujar Kepala Desa setempat saat dikonfirmasi oleh wartawan, dikutip Holopis.com, Selasa (10/2/2026).
Meski demikian, ia menegaskan tidak mengetahui kapan dan di mana video tersebut direkam. Selama masa KKN berlangsung, pihak desa mengaku tidak pernah menerima laporan terkait aktivitas mencurigakan dari para mahasiswa.
Ia juga membenarkan bahwa pria yang diduga terlibat dalam video tersebut menjabat sebagai ketua kelompok KKN. Namun, seluruh mahasiswa yang bersangkutan saat ini sudah tidak lagi berada di wilayah Lombok Timur.
“Mereka menyewa rumah warga setempat sebagai posko. Tapi masa KKN mereka saat ini telah berakhir dan sudah dilakukan penarikan oleh kampus,” terangnya.

