Mentan Libatkan Pramuka Saka Taruna Bumi Wujudkan Swasembada Pangan

7 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melibatkan anggota Pramuka Saka Taruna Bumi dalam upaya mewujudkan swasembada pangan melalui edukasi dan aksi penanaman untuk meningkatkan produksi pangan nasional secara berkelanjutan.

“Kita sepakat majukan (pertanian, perkebunan dan hortikultura) Indonesia lewat Pramuka,” kata Amran usai dilantik sebagai Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) Taruna Bumi di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

- Advertisement -

Amran menegaskan gerakan bersama Pramuka diyakini mampu mempercepat peningkatan produksi dan kemandirian pangan, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menanam komoditas pertanian, perkebunan, hingga hortikultura bernilai ekonomi tinggi di lingkungan rumah tangga dan pekarangan sendiri.

Menurutnya, Indonesia dapat maju melalui gerakan Pramuka dengan aksi penanaman bibit perkebunan hingga hortikultura secara serentak pada peringatan Hari Pramuka yang diperingati setiap 14 Agustus, yang berpotensi memberi dampak besar bagi lingkungan dan pangan secara nasional.

- Advertisement -

Amran mencontohkan gagasan menanam minimal 10 pohon oleh 25 juta anggota Pramuka secara umum setiap tahun dapat menghasilkan ratusan juta pohon.

“10 (bibit pohon) saja (yang ditanam) di Hari Pramuka tanggal 14 Agustus, (di kali 25 juta anggota Pramuka) itu (menghasilkan) 250 juta pohon. (Jika) dilakukan 10 tahun, itu akan menggemparkan dunia,” kata Amran.

Komoditas yang didorong untuk ditanam mencakup tanaman dengan permintaan tinggi seperti kelapa, mente, kakao, kopi, durian, serta cabai skala rumah tangga untuk membantu pengendalian inflasi pangan di berbagai daerah Indonesia.

Ia mencontohkan Gorontalo yang harga cabainya stabil karena masyarakat menanam sendiri di rumah, sehingga kebutuhan harian dapat terpenuhi tanpa ketergantungan besar terhadap pasokan di pasar.

“Ada cabai di Gorontalo tidak pernah naik, kenapa? Setiap rumah punya cabai dan tidak belanja di pasar. Nah, kalau gerakan ini (dilakukan) 25 juta (anggota Pramuka), kita berdayakan, ini bisa merubah perwajahan dunia dan Indonesia menjadi pemimpinnya, pemimpin pangan dunia,” katanya.

Kementerian Pertanian saat ini menyiapkan anggaran untuk meningkatkan produktivitas perkebunan secara keseluruhan sekitar Rp9,9 triliun sebagai dukungan pemerintah mempercepat produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Program penanaman dan pengembangan perkebunan ditargetkan menjangkau 800 ribu hektare, berpotensi menciptakan 1,6 juta lapangan kerja, sekaligus membuka peluang hilirisasi komoditas bernilai tinggi bagi perekonomian nasional.

Pelantikan Andi Amran Sulaiman Pramuka - Holopis
Prosesi pelantikan Andi Amran Sulaiman sebagai Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) Taruna Bumi di Jakarta, Jumat 13 Februari 2026. [Foto : Istimewa]

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso menyatakan pihaknya melantik Menteri Pertanian sebagai Mabisaka Nasional Taruna Bumi guna memperkuat dukungan terhadap program swasembada, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.

“Hari ini kita lantik Pak Menteri (Pertanian) sebagai Mabisaka Nasional dari Taruna Bumi. Kekuatan atau program negara kita melalui Pak Presiden (Prabowo Subianto) adalah swasembada pangan, menuju ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Ini sudah kita lakukan,” kata Budi.

Ia menegaskan Gerakan Pramuka mendukung penuh program pemerintah dengan menghidupkan kembali semangat swasembada pangan melalui gerakan nyata, termasuk penanaman pohon serentak pada peringatan Hari Pramuka mendatang secara nasional.

Dalam waktu dekat, Pramuka akan menyelenggarakan Jambore Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan nelayan di Cibubur dengan target puluhan ribu peserta sebagai momentum menyemangati generasi muda mendukung swasembada pangan.

Jambore Nasional pada 13 Agustus 2026 mengusung tema swasembada pangan nasional sekaligus membangun citra baru petani milenial yang produktif, modern, serta mampu memanfaatkan teknologi pertanian secara optimal.

Budi menjelaskan setiap anggota Pramuka diwajibkan menanam minimal sepuluh pohon di rumah masing-masing sehingga dengan jumlah 25 juta anggota berpotensi menghasilkan sekitar 250 juta pohon.

Ia menambahkan Pramuka juga akan menjadi agen penyuluh pertanian di daerah sesuai potensi lokal, mempraktikkan produksi di lahan tidur, serta mendorong regenerasi petani guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini yang kita bangun adalah generasi-generasi muda petani milenial. Yang nanti kita bisa mengolah dengan teknologi, dengan ilmu pertanian yang benar sehingga hasilnya akan maksimal,” katanya.

“Selama ini kan tenaga kita terbatas, maksudnya tenaga di kementerian untuk menyuluh pertanian di wilayah-wilayah. Dinas pertanian juga di daerah juga terbatas. Maka dengan memanfaatkan kekuatan Pramuka ini diharapkan ini bisa lebih maksimal,” kata Budi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
7 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru