Laporan PRISM 2026: Desentralisasi Wisata Domestik Mulai Terakselerasi

9 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Laporan terbaru dari PRISM New Year Travel Report 2026 mengungkap sebuah fenomena unik yaitu peta perjalanan masyarakat Indonesia kini semakin luas dan merata. Meskipun kota-kota “pemain lama” masih mendominasi, ada gairah baru di kota-kota sekunder yang membuat libur akhir tahun kali ini terasa berbeda.

Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Bandung memang masih memegang titel sebagai Kota Jangkar. Mereka adalah pusat gravitasi yang sulit digoyahkan. Jakarta tetap sibuk dengan campuran urusan bisnis dan staycation, sementara Bali dan Jogja tetap menjadi magnet budaya yang magis.

- Advertisement -

Namun, kejutan datang dari kota-kota regional seperti Medan, Batam, Solo, Bogor, dan Makassar. Kota-kota ini mencatat lonjakan aktivitas yang signifikan. Ini membuktikan bahwa wisatawan Indonesia mulai “berani” keluar dari zona nyaman dan mencari suasana baru di destinasi yang sebelumnya mungkin hanya menjadi pilihan kedua.

Ada perubahan menarik pada cara kita memesan akomodasi. PRISM mencatat bahwa di kota-kota seperti Bali dan Yogyakarta, nilai transaksi justru lebih tinggi bukan hanya karena harga, tapi karena durasi menginap yang lebih panjang.

- Advertisement -

Masyarakat tidak lagi sekadar “numpang lewat”. Mereka memilih untuk menikmati liburan keluarga dengan ritme yang lebih lambat (slow travel), memilih akomodasi dengan fasilitas lengkap, dan benar-benar meresapi suasana kota tersebut.

Secara provinsi, Jawa Barat keluar sebagai primadona. Kedekatannya dengan ibu kota menjadikannya “pelarian” tercepat bagi warga Jakarta yang ingin menghirup udara segar tanpa harus terbang jauh.

Namun, stabilitas permintaan di Sumatra Utara dan Jawa Timur menunjukkan bahwa daya tarik wisata alam dan kuliner di wilayah tersebut tetap punya tempat spesial di hati pelancong.

Meski durasi menginap memanjang, wisatawan Indonesia tetap cerdas dalam mengelola kantong. Akomodasi kelas budget dan menengah yang terstandarisasi tetap menjadi pilihan utama.

“Data ini menunjukkan perjalanan domestik kita semakin terdiversifikasi,” ujar Hendro Tan, Country Head PRISM Indonesia. “Wisatawan kini lebih fleksibel. Mereka tidak ragu memilih kota regional selama aksesibilitas dan kenyamanannya terjamin.”

Melihat tren 2026 ini, jelas bahwa pariwisata Indonesia tidak lagi terpusat di satu titik. Pemerataan ini memberikan nafas baru bagi UMKM dan sektor wisata di daerah. Jadi, untuk liburan berikutnya, destinasi liburan seperti Bali, atau eksotisme kuliner di Makassar, serta keunikan daerah lainnya jadi potensi baru kebangkitan wisata Indonesia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru