HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jakarta menyegel tiga gerai perhiasan Tiffany & Co yang berlokasi di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place. Tindakan tersebut dilakukan terkait pengawasan terhadap barang impor yang diperdagangkan di dalam negeri.
Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) Stefanus Lo menyatakan, langkah itu menjadi peringatan bagi pelaku usaha agar mematuhi ketentuan importasi yang berlaku. Kepatuhan dinilai penting, termasuk dalam pemenuhan kewajiban perpajakan atas barang yang masuk dari luar negeri.
“Impor perhiasan sepatutnya mengikuti aturan importasi yang benar. Harus membayar PPN PPH impor dan bea masuk. Sama sekali tidak ada proses administrasi yang sulit,” dikutip Holopis.com, Jumat (13/2).
Ia menambahkan, kepatuhan terhadap regulasi, khususnya pada komoditas emas perhiasan, diperlukan untuk menjaga persaingan usaha yang seimbang antara produk impor dan produksi dalam negeri.
“Karena untuk same level of playing field. Demi menjaga keseimbangan antara barang impor dan produksi dalam negeri, siapapun yang berbisnis di Indonesia wajib mengikuti peraturan,” paparnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penyegelan dapat dilakukan apabila ditemukan indikasi impor barang tidak memenuhi ketentuan kepabeanan, termasuk kewajiban pembayaran pungutan negara.
“Pokoknya impor yang ilegal pasti akan ditutup dan disegel. Jadi semuanya harus main ke legal lagi,” kata Purbaya.
Penyegelan tersebut merupakan bagian dari pengawasan otoritas terhadap aktivitas impor dan distribusi barang di pasar domestik.
Dari Mana Asal Tiffany & Co
Sebagai informasi Sobat Holopis, Tiffany & Co., atau lebih dikenal sebagai Tiffany, merupakan perusahaan ritel asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di New York City. Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan perhiasan serta berbagai produk mewah lainnya, seperti perak, porselen, kristal, alat tulis, parfum, botol minum, jam tangan, aksesori pribadi, hingga produk berbahan kulit.
Tiffany dikenal luas melalui koleksi barang mewahnya, terutama berlian dan perhiasan perak. Merek ini memposisikan diri sebagai salah satu acuan gaya dalam desain kontemporer. Produk-produknya dipasarkan melalui jaringan butik yang tersebar di berbagai negara, serta melalui penjualan langsung dan kerja sama dengan sejumlah perusahaan maupun institusi pemerintahan.

