Wilayah Sumedang dan Bogor Kompak Dilanda Banjir

17 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir secara bersamaan melanda pemukiman warga yang ada di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir melanda wilayah Kabupaten Sumedang pada Rabu, (11/2).

- Advertisement -

“Peristiwa terjadi setelah adanya hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Cilutung hingga menggenangi permukiman warga di sejumlah titik terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (12/2).

Wilayah terdampak berada di Kecamatan Tomo, meliputi Desa Darmawangi, Desa Marongge, dan Desa Tolengas. Air sungai yang meluap masuk ke area permukiman dan menggenangi rumah warga dengan ketinggian bervariasi.

- Advertisement -

“Sekitar 370 kepala keluarga terdampak banjir dengan jumlah rumah terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 370 unit,” ujarnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Sumedang telah melakukan pendataan serta evakuasi terhadap masyarakat terdampak guna memastikan keselamatan warga.

Perkembangan terkini menurut Abdul, kondisi air dilaporkan berangsur surut. Akses jalan utama di lokasi terdampak juga telah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Selanjutnya, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Banjir tepatnya terjadi banjir di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang.

Kejadian ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama, sehingga mengakibatkan air dari anak kali di kawasan perumahan meluap dan membawa material lumpur serta bebatuan ke area permukiman dan akses jalan.

Dampak yang ditimbulkan antara lain tertutupnya satu titik ruas jalan oleh material lumpur dan batu. Selain itu, satu unit kendaraan roda empat sempat terbawa arus banjir. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kondisi terkini air telah berangsur surut. Material lumpur dan bebatuan yang menutup jalan saat ini sedang dibersihkan oleh pihak pengembang guna memulihkan akses transportasi.

“Sementara itu, kendaraan roda empat yang sebelumnya terbawa arus telah berhasil dievakuasi,” tutupnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
17 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru