HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI akan mengikuti keputusan dan arahan pemerintah pusat terkait penerapan work from home (WFH) selama libur Lebaran.
“Jadi Pemerintah Jakarta seperti yang berulang kali saya sampaikan selalu akan mengikuti apa yang menjadi keputusan maupun arahan dari pemerintah pusat. Termasuk Work From Home, Work From Everywhere, maka nanti Pemerintah Jakarta akan menyesuaikan untuk itu,” ujar Pramono sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com, Rabu, (11/2/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua pekerjaan dapat dilakukan dari jarak jauh, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik. Ia menekankan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, khususnya menjelang Idul Fitri saat mobilitas warga meningkat karena mudik.
“Tetapi yang tidak boleh terjadi adalah jangan sampai pelayanan di lapangan karena ini menyambut Idul Fitri, orang banyak yang pulang kampung dan sebagainya, itu terganggu. Sehingga dengan demikian untuk pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah Jakarta,” ujarnya.
Pramono juga memastikan bahwa kebijakan tersebut berlaku bagi sektor swasta.
“Dua-duanya kalau swasta dijalankan,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengimbau perusahaan untuk menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi pekerja saat libur Lebaran 2026. Ia juga meminta para gubernur, bupati, dan wali kota untuk mendorong perusahaan memberikan kesempatan WFA pada 16 dan 17 Maret serta 25, 26, dan 27 Maret 2026.

