HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bayangkan melintasi lorong waktu ke abad ke-15 di Lisbon, lalu tiba-tiba berpindah ke paket wisata modern di pegunungan Albania. Sensasi “keliling dunia dalam satu ruang” inilah yang ditawarkan pada perhelatan TTC Travel Mart International ke-43 yang resmi dibuka di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Bukan sekadar ajang bisnis biasa, pameran Business-to-Business (B2B) ini menjadi saksi betapa “seksinya” pasar Indonesia di mata dunia. Meski kalender global sedang padat dengan Imlek dan persiapan Ramadan, sebanyak 120 pemain industri pariwisata dari berbagai belahan bumi tetap menyerbu Jakarta dan Surabaya demi memikat turis tanah air.
Yang membuat gelaran tahun ini terasa unik adalah munculnya nama-nama destinasi yang selama ini jarang terdengar di telinga pelancong arus utama Indonesia. Albania, misalnya, hadir sebagai “bintang baru” yang menawarkan rute lintas negara Eropa yang eksotis.
Tak kalah menarik, Explore Portugal hadir dengan narasi romantis. Hugo Belem, Managing Partner Explore Portugal, mengingatkan kembali bahwa hubungan Indonesia dan Portugal bukanlah hal baru, melainkan jalinan sejarah yang sudah dimulai sejak abad ke-15.
“Jejak pelayaran bangsa Portugal ke Nusantara masih bisa dirasakan di Lisbon. Kami ingin mengajak wisatawan Indonesia yang sudah bosan dengan Menara Eiffel atau Koloseum untuk mencari akar sejarah mereka di Portugal dan Spanyol,” ujar Hugo dengan antusias.
Tak hanya Eropa, raksasa Asia seperti Jepang dan China juga memperkuat barisan. Kehadiran Hong Kong Tourism Board dan Philippines Department of Tourism menunjukkan bahwa persaingan memperebutkan hati (dan dompet) wisatawan Indonesia semakin sengit. Filipina bahkan memboyong tiga biro perjalanan baru yang siap menawarkan sisi lain Manila dan pulau-pulau eksotisnya.
Di sisi lain, kebanggaan domestik tetap terjaga. Dari ujung barat Batam hingga eksotisme Raja Ampat di timur, para seller lokal memastikan bahwa destinasi dalam negeri tetap punya taring di tengah gempuran paket wisata luar negeri.
Project Manager TTC Travel Mart, Kidung Pascalis, mengakui ada sedikit penurunan jumlah peserta dibandingkan tahun lalu karena faktor eksternal. Namun, munculnya 20 seller baru menjadi bukti bahwa industri ini tetap dinamis.
“Minat pelaku industri pariwisata global terhadap Indonesia masih sangat tinggi. Ada wajah-wajah baru dari Slovenia hingga Amerika Serikat yang bergabung tahun ini,” jelas Kidung.
TTC Travel Mart 2026 berlangsung di Hotel Redtop Jakarta pada 9 Februari, sebelum nantinya rombongan ini akan bertolak ke Hotel JW Marriott Surabaya pada 11 Februari untuk menyapa para agen perjalanan di Jawa Timur.
Bagi para pelaku industri, ajang ini bukan sekadar transaksi meja ke meja, melainkan bukti bahwa setelah berabad-abad sejak pelayaran pertama bangsa Eropa ke Nusantara, Indonesia tetap menjadi “mutiara” yang dicari oleh dunia pariwisata internasional.

