YDF 2026: SBY Ajak Tokoh Bangsa Rancang Kebijakan Ekonomi Masa Depan

36 Shares

HOLOPIS.COM, PACITAN – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, secara tegas memproyeksikan ekonomi kreatif sebagai napas baru atau new engine of growth bagi nasional dalam ajang Yudhoyono Dialogue Forum (YDF) 2026 di Auditorium Museum dan Galeri SBY-ANI, Jumat (6/2/2026).

Forum bertajuk ‘New Economy, New Road to Prosperity’ ini bukan sekadar pertemuan formal. Diinisiasi oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), YDF 2026 menjadi laboratorium pemikiran strategis untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi hingga perubahan iklim yang kian mendesak.

- Advertisement -

SBY, dengan gaya retorika khasnya, menekankan bahwa forum ini adalah jembatan sejarah. “Saya mengajak kita memikirkan kebijakan ekonomi seperti apa yang paling tepat? Forum ini adalah ruang untuk membedah masa lalu, hari ini, dan masa depan (yesterday, today, and tomorrow),” ungkap Chairman The Yudhoyono Institute tersebut.

Menteri Riefky Harsya membawa optimisme tinggi dengan menarik benang merah ke tahun 2011, saat nomenklatur ekraf pertama kali lahir. Ia meyakini bahwa kedaulatan budaya adalah modal utama. “Indonesia tidak hanya menjual produk, tapi menjual identitas. Akar budaya yang kuat adalah pondasi ekonomi baru kita,” jelasnya di hadapan para tokoh nasional.

- Advertisement -

Sentuhan akademis juga memperkuat narasi ini. Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar, menyebutkan bahwa potensi ekraf Indonesia bisa melesat jika didukung penetrasi kapital yang tepat. Menurutnya, pengaruh teknologi terhadap produktivitas sektor kreatif kini sudah setara dengan kekuatan institusi formal.

Alur diskusi YDF 2026 terbagi dalam dua fragmen krusial. Fragmen pertama membedah keseimbangan antara kemakmuran dan keberlanjutan lingkungan (Sustainability). Sementara fragmen kedua mengupas tuntas “pedang bermata dua” bernama teknologi dalam ekosistem ekonomi baru.

Pertemuan lintas generasi ini dihadiri deretan tokoh kunci, mulai dari Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman, Edhie Baskoro Yudhoyono, hingga begawan bisnis seperti Chairul Tanjung dan Otto Toto Sugiri.

Kehadiran mereka di Pacitan seolah menegaskan bahwa strategi pembangunan nasional kini harus lebih inklusif, adaptif, dan berpijak pada nilai-nilai lokal untuk memenangkan persaingan global.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
36 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru