HOLOPIS.COM, JAKARTA – Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu menyambut baik peringatan keras Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi tata kelola dan usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sekjen FSP BUMN Bersatu Gatot Sugiana mengatakan pernyataan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul tepat dan jelas arahnya.
“FSP BUMN Bersatu sebagai organisasi Pekerja BUMN yang sejak 2008 konsisten berjuang bersama Prabowo Subianto untuk cita-cita memperbaiki pengelolaan BUMN yang selama 20 tahun lalu menjadi entitas tempat terjadinya korupsi besar-besaran,” kata Gatot, Jumat (6/2/2026).
Ia menyebut aset BUMN mencapai Rp16.500 triliun tetapi hanya menghasilkan dividen Rp85,5 triliun hingga Rp86,4 triliun atau tidak mencapai 10 persen dari aset tersebut.
Gatot membandingkan dengan BUMN Singapura yang dikelola bersih dari korupsi dan profesional dengan nilai sebesar S$434 miliar atau sekitar Rp5.000 triliun per 31 Maret 2025 yang menghasilkan dividen hingga Rp124,54 triliun.
“Tentu ini pernyataan Prabowo Subianto sebagai pernyataan yang tepat dan jelas arah politik Presiden Prabowo dalam pengelolaan BUMN yang bersih dan profesional untuk kesejahteraan negara dan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Federasi BUMN Bersatu mendukung langkah Kejaksaan Agung dalam melakukan pemberantasan korupsi di BUMN, seperti pengusutan korupsi di Pertamina dengan dugaan kerugian negara mencapai Rp285 triliun yang melibatkan banyak pihak internal dan eksternal perusahaan.
Dugaan korupsi berfokus pada manipulasi tata kelola impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan dalam rentang waktu 2018-2023 oleh berbagai unit usaha Pertamina.
FSP BUMN Bersatu menyerukan seluruh elemen masyarakat di Indonesia untuk ikut mengawasi jalannya persidangan kasus korupsi agar para koruptor bisa dihukum berat.
“Kami mengajak para pengiat medsos agar melakukan kampanye untuk Kejaksaan Agung untuk melawan buzzer bayaran yang diduga dibayar Riza Chalid dkk untuk mengaburkan fakta hukum dan mempengaruhi opini publik dalam perkara yang menyeret sejumlah nama besar yang kini menjadi buronan Kejaksaan Agung termasuk di antaranya Riza Chalid sendiri,” katanya.
Sekadar diketahui, bhawa di dalam kegiatan Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul Bogor pada hari Senin, 2 Februari 2026 awal pekan, Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan kepada para mantan bos di perusahaan BUMN untuk bertanggung jawab atas kerugian negara yang mereka timbulkan. Prabowo meminta mereka siap-siap jika dipanggil Kejaksaan Agung.
“Kan mereka ngejek Prabowo hanya bisa ngomong di podium aja, oh ya? tunggu aja panggilan, lu jangan nantang gue lu. Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan tuhan yang maha besar, saya hanya takut itu,” tegas Prabowo.

