HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa layanan bus Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan melayani pemberhentian di tiga terminal bandara.
Untuk mendukung operasional tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan kerja sama dengan pihak pengelola Bandara Soetta.
“Jadi nanti di Soekarno-Hatta sendiri ada tiga terminal. Terminal 1A, 1B, dan pokoknya ada tiga. Terminal 3. Jadi satu rangkaian itu,” ujar Pramono sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com, Jumat (6/2/2026).
Pramono menjelaskan, pengaturan lokasi naik dan turun penumpang akan dibahas bersama pengelola bandara. Ia menegaskan bahwa Transjakarta akan berkolaborasi dengan Angkasa Pura dalam pengelolaan layanan tersebut.
“Nanti akan ada kerja sama Transjakarta dengan Angkasa Pura,” katanya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan pembangunan halte di sejumlah titik sepanjang rute Blok M–Soetta. Menurut Pramono, fasilitas halte yang layak menjadi perhatian penting karena layanan ini berpotensi digunakan oleh penumpang dari luar Jakarta maupun wisatawan mancanegara.
“Pasti nanti warga negara asing juga akan menggunakan ini. Maka wajahnya juga harus wajah yang bagus. Maka kami persiapkan. Ini sambil berjalan. Tidak harus menunggu haltenya jadi, tapi harus berjalanlah,” ujarnya.
Pramono menargetkan rute Transjabodetabek Blok M–Soetta dapat mulai beroperasi sebelum Idul Fitri. Pada tahap awal, layanan ini akan dioperasikan dengan 20 unit armada bus dan diproyeksikan mampu melayani sekitar 2.000 penumpang setiap hari.
“Biasanya rute baru kita buka 20 unit. Kalau kemudian respons publiknya besar, tentunya kita tambah. Karena untuk perhitungan awal, minimum penumpang yang akan menggunakan, minimum ya itu kurang lebih 2.000-an. 1.950 sampai 2.000 per hari,” ucapnya.

