HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aktris Kristen Stewart mengungkapkan bahwa sosok Princess Diana masih terus terlintas dalam pikirannya, meski proses syuting film Spencer telah lama selesai. Pengalaman memerankan mendiang Putri Wales disebut meninggalkan jejak emosional yang mendalam.
Dalam wawancara dengan The Telegraph yang terbit pada 5 Februari, Stewart mengaku perasaannya terhadap Diana belum sepenuhnya hilang hingga sekarang. Ia menyebut banyak tempat yang memicu ingatannya pada sang putri.
“Aku masih merasakannya. Aku tidak bisa berkendara di kota ini, bahkan di Paris, tanpa memikirkan dirinya,” ujar Stewart, dikutip Holopis.com, Jum’at (6/2).
Stewart juga menyoroti besarnya cinta publik yang pernah diterima Diana semasa hidup. Ia menyebut rasa empati terhadap sang putri kerap muncul secara tiba-tiba.
“Begitu banyak cinta yang tercurah dari perempuan ini. Aku bisa menangisinya kapan saja,” ucapnya.
Film Spencer sendiri merupakan drama psikologis yang menggambarkan momen Natal tahun 1991, ketika Diana menghadapi tekanan besar di tengah keretakan pernikahannya dengan Pangeran Charles. Film ini disutradarai Pablo Larraín dan ditulis oleh Stephen Knight.
Stewart mengungkapkan bahwa ia sempat meragukan keputusannya menerima peran tersebut. Ia merasa terdapat banyak perbedaan mendasar antara dirinya dan Diana, baik secara fisik maupun latar belakang.
“Aku bilang ke Pablo bahwa dia gila dan seharusnya mencari orang lain. Ada perbedaan besar antara aku dan Diana, mulai dari postur hingga warna mata,” kenang Stewart.
Meski demikian, Larraín tetap yakin memilih Stewart karena melihat kesamaan pada sisi emosional dan energi yang dimilikinya. Pendekatan tersebut terbukti membawa hasil positif, mengingat akting Stewart menuai pujian luas.
Berkat perannya sebagai Diana, Stewart meraih nominasi Aktris Terbaik pada ajang Academy Awards 2022. Ia juga menilai pengalaman tersebut membuatnya lebih memahami tekanan luar biasa yang pernah dialami Diana akibat sorotan publik.
“Dia seperti dicabik-cabik oleh paparazi. Sisi pemberontaknya terasa sangat putus asa, muda, dan rentan,” ujar Stewart.
Stewart menambahkan bahwa perhatian publik yang berlebihan dapat menguras kondisi batin seseorang. Ia bahkan mengaku merasakan kekosongan emosional setelah proses syuting berakhir.
“Perhatian seperti itu benar-benar menguras jiwa. Setelah syuting selesai, aku merasa seperti cangkang kosong, dan aku pikir dia juga merasakannya. Itulah intinya,” katanya.
Sebelumnya, dalam wawancara terpisah pada 2022, Stewart menyebut Diana sebagai sosok yang mampu membuat banyak orang merasa lebih baik, meski hidupnya diliputi masa-masa sulit.
Pengalaman memerankan Diana, menurut Stewart, menjadi proses reflektif yang membantunya tumbuh sebagai pribadi. Sosok Putri Diana pun disebutnya tetap memiliki cahaya yang kuat, bahkan bertahun-tahun setelah kepergiannya.


