HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Selasa (3/2) menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mempertahankan kedaulatan nasional. Pernyataan itudisampaikan sebagai respons atas komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait isu keamanan perbatasan, yang bertepatan dengan peringatan 178 tahun Perjanjian Guadalupe Hidalgo.
Perjanjian yang ditandatangani pada 1848 tersebut mengakhiri Perang Meksiko–Amerika dan berujung pada hilangnya lebih dari separuh wilayah Meksiko yang kemudian menjadi bagian dari Amerika Serikat.
“Kami bukan Santa Anna. Kami akan mempertahankan kedaulatan kami,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers pagi di Istana Nasional, dikutip Holopis.com, Rabu (4/2).
Pernyataan itu merujuk pada Antonio López de Santa Anna, presiden Meksiko pada masa perang, yang kerap dikaitkan dengan kekalahan negaranya dalam konflik tersebut.
Komentar Sheinbaum muncul setelah Trump mengaitkan perjanjian bersejarah itu dengan kebijakan terkininya terkait keamanan perbatasan, migrasi, dan perdagangan narkotika. Trump menyatakan bahwa sejak menjabat, ia berupaya mempertahankan perbatasan selatan kami dari invasi dengan mengacu pada kemenangan AS atas Meksiko hampir dua abad lalu.
Menanggapi narasi tersebut, Sheinbaum menegaskan bahwa pemerintah Meksiko tidak akan menerima pernyataan apa pun yang dianggap merendahkan kedaulatan dan martabat nasional.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan hubungan kedua negara, menyusul ancaman Trump pada Januari lalu mengenai kemungkinan operasi militer lintas batas ke wilayah Meksiko untuk memerangi kartel narkotika.
Sebulan sebelumnya, dengan alasan serupa, Amerika Serikat juga melakukan penangkapan paksa terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah operasi militer.

