HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keberanian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi selama satu tahun masa pemerintahannya menuai apresiasi luas.
Salah satunya datang dari tokoh muslim nasional Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun. Ia menilai, sikap tegas Prabowo dalam menyikat praktik korupsi menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki pemimpin sebelumnya.
Babah Alun menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah Prabowo yang tanpa ragu menindak para pelaku korupsi. Menurutnya, Indonesia mustahil mencapai kesejahteraan jika korupsi masih merajalela di berbagai lini pemerintahan.
“Kita punya Presiden, delapan-delapannya semua pintar. Tapi ini, nyalinya berani sekali. Dan dia nggak peduli. Siapa saja, teman apa, semua digilas,” kata Hamka seusai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo dengan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026) malam.
Tak hanya soal hukum, Babah Alun juga mengapresiasi arah kebijakan ekonomi Prabowo. Ia menilai, selama ini roda ekonomi nasional dikuasai segelintir kelompok.
Melalui kebijakan baru, Prabowo diyakini mampu melahirkan lebih banyak wirausaha dan menghidupkan ekonomi rakyat dari desa.
“Daripada uangnya dikorupsi-korupsi, lebih baik saya kasih (untuk) Koperasi Merah Putih. Lebih baik saya kasih (untuk) MBG (Makan Bergizi Gratis). Buat rakyat saya makan. Koperasi hidup semua. Jadi di desa-desa semua ekonomi bangkit,” kata Hamka menirukan pernyataan Prabowo.
Babah Alun juga menaruh kekaguman pada sikap Prabowo dalam menghadapi kekuatan asing dan memberantas premanisme. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan nyata negara kepada rakyat kecil yang selama ini kerap menjadi korban.
“Yang paling penting saya kerja buat rakyat. Saya mau rakyat makmur. Karena cita-cita kemerdekaan itu… saya kaget dan langsung setuju. Pemerintahan memang harus seperti itu,” ujarnya.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo memang konsisten menegaskan bahwa korupsi adalah ancaman serius bagi masa depan bangsa. Ia menyebut korupsi sebagai penyakit kronis yang bisa menghancurkan negara jika tidak diberantas secara menyeluruh.
“Menurut saya, korupsi adalah penyakit. Ketika sudah mencapai stadium 4 seperti kanker, akan sangat sulit disembuhkan,” ujar Prabowo dalam dialog bersama Steve Forbes pada Oktober 2025.
Komitmen tersebut kini menjadi sorotan publik, sekaligus harapan baru bagi penegakan hukum dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

