HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hari Kanker Sedunia diperingati setiap 4 Februari sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker serta mendorong upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan penyakit tersebut. Peringatan ini bertujuan menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker yang masih tinggi di berbagai negara.
Hari Kanker Sedunia dipimpin oleh Union for International Cancer Control (UICC) sebagai bagian dari dukungan terhadap World Cancer Declaration yang disusun pada 2008. Inisiatif ini juga menjadi ajakan bagi komunitas internasional untuk mengakhiri ketidakadilan akibat penderitaan kanker yang sebenarnya dapat dicegah.
Fokus Lawan Misinformasi dan Stigma Kanker
Selain meningkatkan kesadaran, Hari Kanker Sedunia juga menyoroti maraknya misinformasi seputar kanker dan berupaya mengurangi stigma terhadap para penyintas. Berbagai kampanye dan kegiatan digelar untuk menunjukkan solidaritas kepada pasien kanker, penyintas, serta keluarga yang terdampak.
Ratusan kegiatan berlangsung di berbagai belahan dunia dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia. Kegiatan tersebut mencakup kampanye edukasi, aksi solidaritas, hingga diskusi publik yang melibatkan tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum. Peringatan ini juga mendapat pengakuan dan dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Secara historis, Hari Kanker Sedunia ditetapkan pada 4 Februari 2000 dalam World Cancer Summit Against Cancer for the New Millennium yang digelar di Paris. Penetapan tersebut tertuang dalam Piagam Paris Melawan Kanker yang bertujuan mendorong penelitian, pencegahan kanker, serta peningkatan layanan bagi pasien.
Untuk periode 2025 hingga 2027, Hari Kanker Sedunia mengusung tema United by Unique. Tema ini menempatkan manusia sebagai pusat perawatan dan menjadikan kisah setiap individu sebagai inti dari percakapan global tentang kanker, dengan menekankan bahwa setiap pengalaman menghadapi kanker bersifat unik dan layak didengar.

