China Wajibkan Mobil Listrik Pakai Gagang Pintu Mekanis, yang Rata Dilarang

51 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah China resmi melarang penggunaan gagang pintu rata atau tersembunyi pada mobil listrik. Desain yang sempat populer berkat Tesla Model S ini dinilai berisiko tinggi, terutama saat kendaraan mengalami kecelakaan dan sistem kelistrikan mati.

Dikutip Holopis.com dari Carscoops, Rabu (4/2/2026) dalam kondisi darurat seperti kecelakaan, gagang pintu rata yang mengandalkan sistem elektronik tidak dapat berfungsi ketika aliran listrik terputus.

- Advertisement -

Akibatnya, pengemudi maupun penumpang berpotensi terjebak di dalam kendaraan. Meski larangan telah diumumkan, aturan tersebut baru berlaku efektif mulai 1 Januari 2027.

Mulai tanggal itu, seluruh mobil listrik yang dijual di China wajib menggunakan gagang pintu mekanis, baik di bagian luar maupun dalam kabin.

- Advertisement -

Untuk model yang sudah terlanjur mendapat persetujuan, pemerintah memberi masa transisi hingga tahun 2029.

Kebijakan ini muncul setelah beberapa insiden serius, salah satunya kecelakaan mobil listrik Xiaomi yang terbakar hebat.

Dalam laporan kejadian tersebut, penumpang dan tim penyelamat mengalami kesulitan membuka pintu karena sistem elektronik kendaraan gagal berfungsi.

Otoritas keselamatan pun langsung mengevaluasi standar akses darurat kendaraan listrik.

Aturan baru ini disusun secara rinci. Gagang pintu luar wajib memiliki cerukan minimal 60 x 20 milimeter agar dapat digenggam secara fisik setelah kecelakaan.

Di dalam kabin, tuas pembuka pintu harus dilengkapi penanda visual yang jelas serta petunjuk darurat berukuran minimal 1 x 0,7 sentimeter.

Pabrikan juga dilarang hanya mengandalkan sistem elektronik, meski dilengkapi baterai cadangan atau mekanisme tersembunyi.

Saat ini, sekitar 60 persen mobil listrik di China masih menggunakan gagang pintu tersembunyi, terutama di segmen premium. Model seperti Tesla Model 3, Nio, Li Auto, Xpeng, hingga Xiaomi masuk dalam daftar terdampak.

Beberapa produsen mulai beradaptasi. Geely dan BYD perlahan kembali ke desain konvensional, sementara Tesla disebut tengah menyiapkan solusi baru.

Namun, perubahan ini tidak murah. Biaya penyesuaian desain diperkirakan bisa mencapai 100 juta yuan atau sekitar Rp240 miliar per model.

Meski aturan ini hanya berlaku di China, dampaknya diyakini akan meluas secara global. Demi efisiensi produksi, banyak pabrikan diperkirakan akan menerapkan satu desain gagang pintu yang sesuai regulasi untuk semua pasar. Artinya, era gagang pintu tersembunyi bisa segera berakhir.

Menariknya, larangan ini hanya menyasar mobil listrik. Kendaraan bermesin bensin tidak termasuk, meskipun beberapa model konvensional juga menggunakan sistem pintu elektrik yang berpotensi bermasalah dalam kondisi ekstrem.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
51 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru