HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengundang sejumlah organisasi masyarakat atau ormas Islam ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (23/2). Selain Ormas Islam, dalam pertemuan itu hadir juga tokoh-tokoh muslim Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan isi pertemuan antara Presiden Prabowo dengan sejumlah ormas Islam dan tokoh-tokoh muslim Indonesia di Istana, Selasa siang.
Menurut Pras, sapaan akrabnya, pertemuan Prabowo dengan sejumlah ormas dan tokoh Islam sudah rutin dilakukan. Pasalnya, Prabowo sudah pernah bertemu dan berdiskusi dengan ormas dan tokoh Islam.
“Nah, hari ini Beliau berkesempatan kembali berdiskusi dengan para tokoh Islam untuk meng-update perkembangan-perkembangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” kata Pras di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa, (3/2/2026).
Pras menyampaikan dalam pertemuan itu dibahas pula berbagai isu terkini. Pertemuan itu juga jadi forum diskusi untuk menampung saran masukan dari sejumlah ormas dan tokoh Islam.
Dia menuturkan salah satunya soal kemungkinan pembahasan soal antisipasi naiknya harga-harga barang jelang bulan Ramadhan.
“Ada beberapa hal yang memang sejak awal sudah coba kita antisipasi, terutama misalnya mengenai ketersediaan bahan-bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Pras.
Pun, dia mengatakan pertemuan itu juga
membahas status keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza. Isu bergabungnya Indonesia ke BoP yang dicetuskan Presiden AS Donald Trump menuai pro dan kontra.
“Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari yang memungkinkan untuk Bapak Presiden nanti bisa jadi akan menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan ini semua bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak,” ujar Pras.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menuturkan ada sekitar 50 ormas Islam akan hadir di Istana karena diundang Prabowo. Ormas Islam itu antara lain Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga Persis.
Teddy bilang agenda pertemuan membahas terkait isu terkini termasuk pencapaian pemerintah hingga isu nasional dan internasional.
“Tentunya nanti akan berdiskusi, ini pertemuan rutin tiga, empat bulan sekali. Kalau Anda lihat akhir tahun lalu sudah kumpul juga,” kata Teddy kepada wartawan.
Adapun sejumlah tokoh yang hadir di Istana antara lain Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis, Wakil Presiden Ke-13 Ma’ruf Amin, hingga Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

