Polemik RDF Rorotan Belum Usai, DPRD DKI Minta Ada Dialog dengan Warga

56 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keberadaan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara disorot karena menuai penolakan dari warga sekitar. RDF Rorotan yang disiapkan untuk pengelolaan sampah Jakarta malah ditolak warga karena bau menyengat dan memicu sakit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Polemik itu jadi perhatian DPRD DKI. Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menyampaikan pandangannya agar semua pihak sebaiknya duduk bareng untuk berdiskusi.

- Advertisement -

Menurut dia, penting diskusi bersama untuk mencari solusi bersama. Bagi dia, persoalan RDF merupakan urusan bersama yang harus diselesaikan.

“Ini masalah kita bersama. Saya berharap kita duduk bareng untuk memikirkan solusi bersama,” kata Khoirudin di Jakarta, Senin, (2/2/2026).

- Advertisement -

Khoirudin mengatakan RDF Rorotan dibangun dengan dana besar karena disiapkan sebagai tempat pengelolaan sampah. Dengan RDF Rorotan sejatinya diharapkan bisa menjadi solusi sampah di Jakarta.

Dia bilang persoalan sampah di Jakarta harus jadi perhatian. Pasalnya, volume sampah di Jakarta setiap hari bisa mencapai lebih dari 8.000 ton. Maka itu, polemik RDF Rorotan mesti ada solusi.

“Untuk Rorotan tentu semua yang kita sediakan untuk masyarakat. Dan, kita akan diskusi lagi dengan masyarakat, karena ini dana yang cukup besar yang kita gelontorkan,” lanjut Khoirudin.

DLH DKI Klaim Aman

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI sebelumnya mengklaim operasional RDF Rorotan aman. DKI DKI menjelaskan operasional RDF Rorotan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat.

Kepala DLH DKI, Asep Kuswanto paham dengan kekhawatiran warga. Dia mengatakan dalam praktuiknya, operasional RDF Rorotan tak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari.

Dia bilang operasional dimulai pelan-pelan dari 200 ton per hari.

“Kemudian meningkat menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Gubernur,” kata Asep dalam keterangannya di laman resmi Pemprov DKI, dikutip pada Senin, (2/2/2026).

Asep menuturkan dalam tahapan pengangkutan sampah juga menggunakan truk compactor tertutup. Upaya itu untuk mencegah bau dan ceceran air lindi.

Selain itu, DLH DKI juga sudah menyiagakan pos pantau di dua akses utama untuk memastikan seluruh kendaraan pengangkut memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

Asep menuturkan, RDF Rorotan beroperasi selama lima hari dalam sepekan dengan dua shift kerja. Akhir pekan dimanfaatkan untuk pembersihan serta penataan area operasional.

Dia menjelaskan sampah yang diolah di RDF Rorotan berasal dari Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Adapun pengoperasionalan dengan pengendalian emisi serta kebauan yang dilakukan sesuai standar teknis.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
56 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru