HOLOPIS.COM, JAKARTA – Meski MotoGP 2026 belum dimulai, bursa pebalap sudah memanas lebih dulu. Dua nama besar, Fabio Quartararo dan Jorge Martin, disebut-sebut bakal menjadi pusat dari perombakan besar di grid musim mendatang.
Dikutip Holopis.com dar Motorsport, Sabtu (31/1/2026), Fabio Quartararo dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Honda.
Jika rumor ini akurat, maka El Diablo akan mengakhiri delapan tahun kebersamaannya dengan Yamaha, tim yang mengantarkannya meraih gelar juara dunia MotoGP 2021.
Pebalap asal Prancis itu disebut menyepakati kontrak berdurasi dua tahun bersama Honda, yang akan berlaku untuk musim 2027 dan 2028. Keputusan ini diyakini diambil setelah Quartararo mengalami masa sulit dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak kalah dari Francesco Bagnaia dalam perebutan gelar dunia 2022, performa Quartararo terus menurun. Dalam tiga musim terakhir, ia bahkan belum meraih satu kemenangan pun, dan hanya mencatat empat kali finis podium di balapan grand prix.
Kekecewaan Quartararo terhadap Yamaha pun tak lagi terbendung. Ia berulang kali meminta pembaruan teknis, mulai dari pengembangan suku cadang hingga pengujian mesin baru.
Namun, bahkan proyek mesin V4 Yamaha yang dinanti-nantikan disebut belum cukup meyakinkan sang juara dunia.
Tak berselang lama, rumor panas lainnya ikut mencuat. Jorge Martin dikabarkan siap meninggalkan Aprilia dan justru menjadi pengganti Quartararo di Yamaha.
Martinator disebut bakal menandatangani kontrak dua tahun bersama pabrikan asal Jepang tersebut.
Kepindahan ini mengingatkan pada drama kontrak Martin sebelumnya, saat ia sempat menuntut pemutusan kerja sama dengan Aprilia akibat serangkaian kecelakaan.
Yamaha kala itu memang sudah santer disebut sebagai tujuan potensialnya.
Jika rumor ini terwujud, MotoGP 2026 bisa menjadi musim perpisahan manis bagi Jorge Martin bersama Aprilia, setelah periode debut yang berat akibat cedera panjang.
Sementara itu, masuknya Quartararo ke Honda pabrikan diyakini bakal mengancam posisi salah satu pebalap mereka: Joan Mir atau Luca Marini.

