Seram! Kisah Bus Hantu Banyuwangi–Surabaya, Penumpangnya Pakai Kain Kafan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cerita horor tentang bus hantu di jalur Banyuwangi–Surabaya kembali menjadi perbincangan. Kisah ini mencuat melalui pengalaman mistis seorang perempuan bernama Winarti, yang hingga kini dikenal sebagai salah satu urban legend paling menyeramkan di Jawa Timur.

Perjalanan Malam yang Berujung Teror

Winarti diceritakan bekerja sebagai karyawan pabrik roti di kawasan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Ia tinggal di rumah kos yang lokasinya tidak jauh dari Terminal Purabaya atau Bungurasih. Dalam kesehariannya, Winarti rutin pulang ke kampung halamannya di Banyuwangi setiap beberapa minggu untuk mengambil keperluan pribadi.

- Advertisement -

Pada suatu malam Jumat Legi, Winarti tetap memutuskan pulang meski sempat dilarang keluarganya. Malam tersebut dianggap sebagai hari keramat. Di tengah hujan gerimis, ia menunggu bus di pinggir jalan raya Banyuwangi pada malam hari.

Tak lama berselang, sebuah bus berhenti dan Winarti pun naik. Bus itu tampak sudah dipenuhi penumpang, meski masih tersedia satu kursi kosong di bagian tengah yang langsung ia tempati.

- Advertisement -

Penumpang Serba Putih dan Suasana Sunyi

Keanehan mulai terasa ketika Winarti menyadari seluruh penumpang di dalam bus mengenakan pakaian serba putih dengan kepala tertutup kain. Tak satu pun dari mereka berbicara, menciptakan suasana perjalanan yang sunyi dan mencekam.

Meski merasa tidak nyaman, Winarti mencoba berpikir positif. Ia menganggap para penumpang hanya kelelahan. Seorang kondektur kemudian datang menarik ongkos tanpa menatap wajahnya. Winarti membayar ongkos sebesar Rp3.000, lalu bus kembali melaju tanpa suara.

Tiba di Bungurasih dalam Waktu Singkat

Tanpa disadari, bus tiba di depan Terminal Purabaya, Sidoarjo. Bus tersebut tidak masuk ke area terminal dan langsung berhenti di pinggir jalan. Winarti turun dan segera dihampiri seorang petugas keamanan terminal.

Dengan nada heran, petugas itu bertanya dari mana Winarti datang dan menyebut bahwa bus yang baru ditumpanginya berisi penumpang “kepocongan semua”. Mendengar itu, Winarti menoleh ke arah bus dan terkejut melihat seluruh penumpang ternyata mengenakan kain kafan.

Ia kemudian melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 21.05. Padahal, bus tersebut ia tumpangi sekitar pukul 21.00 dari Banyuwangi. Merasa lemas dan ketakutan, Winarti akhirnya pingsan di lokasi.

Karcis Bertahun 1965 dan Bus Kecelakaan Maut

Setelah sadar di dalam area terminal, Winarti menceritakan kejadian yang dialaminya kepada petugas. Ia juga menunjukkan karcis bus yang diterimanya saat membayar ongkos. Fakta mengejutkan terungkap ketika karcis tersebut tercetak tahun 1965.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, karcis itu diyakini berasal dari sebuah bus yang mengalami kecelakaan fatal pada tahun 1965 di jalur Banyuwangi–Surabaya. Bus tersebut disebut terjun ke jurang dan menewaskan seluruh penumpang serta kru di dalamnya. Bus itu juga dikenal memiliki warna dominan putih.

Hingga kini, kisah bus hantu Banyuwangi–Surabaya tetap menjadi salah satu cerita horor legendaris di Jawa Timur, yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai peringatan bagi para pelancong yang bepergian pada malam hari.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis