HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep melantik Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulsel, Rabu (28/1) siang.
Sosok yang dilantik bernama Muammar Ferirae Gandi Rusdi, putra politisi senior Sulsel, Rusdi Masse Mappasessu (RMS) yang sebelumnya merupakan mantan Ketua DPW Partai NasDem Sulsel.
Muammar Ferirae Gandi Rusdi merupakan anak sulung dari pasangan Rusdi Masse (eks Ketua NasDem Sulsel) dan Fatmawati Rusdi (Wakil Gubernur Sulsel) saat ini.
Menariknya, Muammar Ferirae Gandi Rusdi ternyata masih berusia sangat muda, yakni 19 tahun. Dia lahir pada 4 Februari 2006.
Untuk diketahui pelantikan DPW PSI Sulsel, dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) hingga Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI 2026.
PSI Sulsel menyebut pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur partai. Tujuannya guna memperluas basis dukungan, serta memantapkan langkah PSI menghadapi kontestasi politik di Pemilu 2029 mendatang.
Usai dilantik, di hadapan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, jajaran DPP, serta ribuan kader PSI se-Sulsel dan Sulbar, Muammar secara terbuka memasang target tinggi untuk menjadikan PSI sebagai pemenang di Sulsel.
“Target kita adalah menjadi pemenang di Sulawesi Selatan! Bukan hanya sekadar peserta pemilu,” tegas Muammar disambut sorakan dan tepuk tangan meriah kader.
Ia menegaskan, PSI Sulsel berkomitmen penuh menjaga marwah partai di tingkat nasional.
“Insya Allah, PSI Sulawesi Selatan tidak akan mempermalukan Ketua Umum,” tegas putra Mantan Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse itu.
Meski demikian, Muammar mengakui bahwa PSI Sulsel masih berada dalam fase bertumbuh dan membutuhkan bimbingan dari struktur pusat.
Karena itu, ia secara terbuka meminta dukungan dan pembinaan dari Ketua Umum serta DPP PSI.
“Kami masih belajar, kami masih bertumbuh, dan kami masih butuh bimbingan. Karena itu, kami mohon arahan, pembinaan, dan dukungan penuh dari Ketua Umum dan juga DPP PSI,” kata anak muda yang masih berusia 19 tahun itu.
Dalam suasana santai namun penuh semangat, Muammar juga menyampaikan pernyataan yang mengundang tawa dan sorakan kader. Ia menyinggung gaya pidato politik yang menurutnya terlalu normatif dan berulang.
“Saya tidak mau lama-lama berbasa-basi. Saya yakin Ketum sudah sering dengar kata-kata seperti memberi warna baru atau melanjutkan perjuangan. Itu sudah terlalu template bahasanya,” ucapnya, disambut tawa audiens.
Sebagai penutup, Muammar kembali menegaskan keyakinannya memimpin PSI Sulsel menuju kemenangan.
“Pokoknya saya percaya, selama di bawah kepemimpinan saya, saya akan membawa PSI menuju kemenangan di Sulawesi Selatan. Mana solidaritasmu?” serunya.
Seruan tersebut dijawab serempak oleh kader, “Aku PSI!”, sebelum ditutup dengan pantun singkat dan yel-yel dukungan kepada Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.

