HOLOPIS.COM, JAKARTA – Iran tak takut dengan ancaman Amerika Serikat (AS) yang terus mendatangkan armada tempurnya di kawasan Timur Tengah. Militer Iran tak peduli dan siap membalas setiap serangan AS.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyampaikan pernyataannya dalam unggahan di X bahwa militer negara Tanah Persia itu siap angkat senjata untuk melawan agresi AS.
“Angkatan Bersenjata Iran yang berani siap, dengan jari di pelatuk, untuk segera dan dengan kuat menanggapi SETIAP agresi terhadap tanah, udara, dan laut tercinta kami,” tulis Araghchi dikutip dari ABC News, pada Kamis, (29/1/2026).
Araghchi mengatakan ada pelajaran berharga yang dipetik dari konflik 12 hari dengan Israel dan AS pada Juni 2025 “Telah memungkinkan kami untuk merespons dengan lebih kuat, cepat, dan mendalam,” lanjut Araghchi.
Dia pun menyindir AS yang mempersoalkan pengembangan nuklir Iran. Araghchi menekankan Iran selalu merespons positif soal kesepakatan senjata nuklir yang saling menguntungkan, adil, dan setara.
“Dengan kedudukan yang sama, dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi—yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir DAMAI, dan menjamin TIDAK ADA SENJATA NUKLIR,” tambah Araghchi.
Araghchi melontarkan peringatan itu setelah Trump berkoar-koar bahwa AS menyiapkan armada besar yang menuju ke Iran.
Dalam kesempatan terpisah, ia juga menepis klaim dari AS bahwa Teheren minta untuk pembicaraan baru dengan Washington. Araghchi menegaskan posisi Iran jelas bahwa negosiasi tak bisa dapat dilakukan di bawah ancaman.
“Dan, setiap pembicaraan harus dilakukan dalam kondisi di mana ancaman dan tuntutan yang berlebihan dikesampingkan,” kata Araghchi.
Trump sebelumnya pede armada tempur AS akan siap, bersedia, dan mampu untuk segera memenuhi misinya, dengan kecepatan dan kekerasan jika diperlukan.
Maka itu, Trump mendesak agar Iran untuk membuat kesepakatan yang adil dan setara mengenai program nuklirnya.
“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara -TANPA SENJATA NUKLIR – kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!” kata Trump dalam unggahannya di media sosial.
Trump pun merujuk serangan terhadap situs nuklir Iran musim panas lalu. Dia dengan pede AS selanjutnya bisa melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
“Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, BUAT KESEPAKATAN! Mereka tidak melakukannya, dan terjadilah ‘Operasi Midnight Hammer,’ penghancuran besar-besaran terhadap Iran. Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi,” tambah Trump.
Untuk diketahui, AS mengerahkan armada tempur ‘raksasa’ yakni kapal induk USS Abraham Lincoln. Kehadiran USS Abraham Lincoln itu didampingi oleh tiga kapal perusak yang sudah tiba di Timur Tengah awal pekan ini.
Kapal induk itu membawa sejumlah pesawat tempur. Sementara, kapal perusak yang menyertainya dipersenjatai dengan rudal jarak jauh dengan kekuatan mengerikan yaitu Tomahawk.
Peningkatan kekuatan angkatan laut ini menambah sekitar 5.000 tentara AS yang sudah dikerahkan ke wilayah tersebut. Langkah itu memperbesar jejak militer AS yang sudah kuat dan tersebar di berbagai pangkalan di Timur Tengah.
Salah satunya kekuatan militer AS berada di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Secara total, saat ini lebih dari 30.000 tentara AS sudah ditempatkan di seluruh Timur Tengah.

