HOLOPIS.COM, SENTUL – Bayangkan sebuah tempat di mana detak jantung pelari fun run bersahutan dengan denting cangkir kopi dan diskusi visioner tentang ekonomi masa depan. Itulah potret kemeriahan Atas Langit Festival, sebuah selebrasi gaya hidup yang menyulap sudut asri Sentul, Jawa Barat, menjadi episentrum baru bagi para pemimpi kreatif.
Perhelatan ini bukan sekadar seremoni gunting pita biasa. Kehadiran Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah kini mulai melirik ruang-ruang “nyentrik” sebagai mesin penggerak ekonomi baru.
Atas Langit Festival dirancang sebagai sebuah creative hub yang mendobrak batasan kantor konvensional. Dengan konsep ruang terbuka dan amphitheatre yang menyatu dengan rimbunnya alam, festival ini menjadi saksi lahirnya wadah bagi pekerja gig economy, para kreator mandiri yang menjadi tulang punggung ekonomi kreatif modern.
Menteri Teuku Riefky memuji langkah berani Pengusaha Harapan Bangsa (PHB) dan HIPMI Culinary Indonesia (HCI). “Atas Langit Festival adalah bukti bagaimana grand opening bisa bermetamorfosis menjadi sebuah pengalaman kreatif yang utuh. Ini bukan cuma soal estetika visual, tapi tentang menciptakan ekosistem nyata bagi para pegiat ekraf untuk saling ‘beradu’ ide,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Keseruan dimulai saat fajar menyingsing, ketika sekitar 200 pelari dari berbagai komunitas membelah kabut Sentul dalam Fun Run 5K. Keringat pagi itu segera dibayar tuntas dengan aroma kuliner lokal yang menggoda selera di sepanjang area festival.
Tak berhenti di situ, suhu kreativitas semakin memanas saat Sandiaga Uno naik ke atas panggung untuk sesi sharing. Diiringi latar belakang alam yang syahdu dan pertunjukan tari kontemporer dari Studio Seni Indonesia, festival ini berhasil menjahit elemen olahraga, seni, dan bisnis ke dalam satu balutan yang apik.
Dalam pidatonya, Menko AHY menekankan bahwa infrastruktur tidak melulu soal beton dan aspal, melainkan tentang bagaimana ruang-ruang tersebut bisa menghidupkan ekonomi rakyat. “Kolaborasi lintas sektor seperti hari ini adalah kunci. Kita ingin produk dan kuliner lokal kita punya panggung yang layak, bukan hanya di level nasional, tapi siap ‘terbang’ ke kancah global,” ujar AHY.
Cikhita Virginia Sebayang, sosok di balik layar sebagai CMO PHB Group dan Ketua Umum Basnom BPP HIPMI Culinary Indonesia, menegaskan bahwa ini barulah titik awal. “Atas Langit bukan sekadar destinasi akhir, tapi sebuah awal dari perjalanan panjang. Kami ingin tempat ini menjadi titik temu di mana pemerintah, komunitas, kreator, dan investor bisa duduk santai tapi menghasilkan karya besar,” tuturnya.
Dukungan masif dari jajaran Deputi, Direktur Kuliner, hingga Tenaga Ahli kementerian yang hadir menegaskan bahwa Atas Langit Café and Space akan menjadi “laboratorium” kreatif yang hidup. Rangkaian workshop dan pelatihan sudah mengantre untuk segera diaktivasi di tempat ini.
Kini, setelah keriuhan festival mereda, Atas Langit Café and Space resmi berdiri tegak sebagai undangan bagi siapa saja, baik mereka yang ingin memacu adrenalin, mengejar deadline pekerjaan, atau sekadar menyesap kopi sembari menatap cakrawala Sentul yang tak terbatas.

