HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pihak Istana menjawab perihal kabar Presiden Prabowo Subianto bakal melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat ini.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut, dalam pelantikan Dewan Energi Nasional tidak dibarengi dengan rotasi pembantu presiden lainnya.
“Enggak ada,” kata Prasetyo dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (28/1).
Prasetyo menyebut, reshuffle yang bakal berlangsung dalam waktu dekat kemungkinan sebatas pengganti jabatan Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan Thomas Djiwandono.
“Kalau maknanya reshuffle adalah karena ada proses beralihnya jabatan Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang kemarin telah melalui proses fit and proper test di DPR, itu benar,” jelasnya.
“Artinya ada, ada jabatan Wamenkeu yang ditinggalkan oleh beliau karena penugasan ke tempat yang lain,” sambungnya.
Kendati demikian, Prasetyo mengakui bahwa sampai dengan saat ini pelantikan Thomas Deputi Gubernur BI masih belum rampung.
Untuk diketahui, Wamenkeu Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur BI setelah melewati uji kelayakan dan kepantasan di DPR RI. Namun, Tommy—sapaan Thomas—belum diambil sumpah jabatannya oleh Mahkamah Agung.
“Belum, belum. Kan belum selesai proses,” imbuhnya.
Prasetyo mengatakan posisi Wamenkeu yang ditinggalkan Thomas Djiwandono bakal diputuskan oleh Presiden Prabowo Subianto setelah berdiskusi dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Dia menegaskan belum ada reshuffle kabinet di pos lain hari ini.
“Belum ada. Belum ada,” tutupnya.

