Timur Tengah Di Ambang Perang, Iran Beberkan Taktik Culas AS

13 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kondisi Timur Tengah memanas setelah kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln. Namun, Pemerintah Iran diprediksi siap menghadapi serangan rudal baru dari AS dan Israel.

Demikian analisa para pengamat yang diulas The Guardian dikutip pada Selasa, (27/1/2026). Washington dinilai memiliki daya tembak yang cukup bersama dengan pesawat Israel. Pengerahan armada itu disiapkan untuk serangan yang bisa menggulingkan pemerintah Iran yang dituduh membunuh ribuan warga dalam aksi demonstrasi.

- Advertisement -

Menurut laporan The Guardian, kekuatan Armada AS termasuk beberapa kapal perusak rudal berpemandu belum berada di posisi akhir. Tapi, sudah siap dalam jangkauan untuk menyerang Iran.

Publik Iran saat ini terbelah soal ancaman AS ke negaranya. Ada rakyat Iran yang menentang kepemimpinan rezim ulama yang sudah berkuasa sejak 1979.

- Advertisement -

Lalu, ada rakyat Iran yang juga menetang perubahan rezim yang dipaksakan dari luar. Kondisi pasar saham Iran saat ini mengalami penurunan harian rekor pada hari Senin.

Sikap negara tetangga Iran seperti Uni Emirat Arab menyampaikan mereka tak akan mengizinkan wilayah udara atau perairan teritorialnya untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Namun, dengan kehadiran kelompok tempur kapal induk di Mediterania berarti izin dari banyak pihak ketiga tak akan diperlukan untuk serangan tersebut.

Pada akhir pekan, militer AS mengumumkan bahwa akan melakukan latihan di wilayah tersebut. Militer AS berdalih latihan untuk menunjukkan kemampuan mengerahkan, menyebar, dan mempertahankan kekuatan udara tempur.

Tapi, banyak yang meragukan pernyataan militer AS. Pasalnya, pengerahan armada semacam itu tak akan dirancang untuk melemahkan program nuklir Iran yang sudah hancur. Program nuklir Iran sudah jadi target Utama dalam perang 12 hari pada Juni 2025.

Pun, pengerahan armada besar yang dilakukan AS itu diprediksi untuk menargetkan kepemimpinan Iran. Selain itu, menggiring agar Sebagian rakyat Iran yang marah Kembali turun ke jalan.

Ali Larijani selaku Sekretaris Dewan Keamanan Nasional tertinggi Iran mengklaim AS berusaha menghancurkan kohesi sosial Iran sebelum serangan. Ia mengatakan upaya Presiden AS Donald Trump yang ingin menggambarkan Iran berada dalam keadaan darurat.

Menurut dia, kondisi itu merupakan bentuk peperangan. Dengan kondisi banyak perusuh di Teheran sebenarnya yang ingin dicapai AS.

Dia menyebut para perusuh adalah kelompok perkotaan dengan karakteristik seperti teroris.

Ali menilai taktik culas AS itu dengan sengaja memancing perusuh untuk menuju pusat militer dan polisi untuk mendapatkan senjata. Dengan cara itu, AS berusaha memprovokasi perang saudara.

“Kali ini, taktik AS adalah pertama-tama menghancurkan kohesi publik dan baru kemudian melakukan serangan militer,” tutur Ali.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
13 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru