HOLOPIS.COM, JAKARTA — Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) disambut positif oleh pelaku pasar. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai keputusan tersebut menjadi sentimen baik bagi penguatan nilai tukar rupiah.
Pada pembukaan perdagangan Selasa (27/1/2026), rupiah tercatat menguat 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp16.780 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.782 per dolar AS. Penguatan ini melanjutkan tren positif yang sudah terlihat sejak perdagangan sehari sebelumnya.
Rupiah sebelumnya telah menunjukkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Senin (26/1/2026). Mata uang Garuda tercatat menguat 38 poin atau 0,23 persen menuju level Rp16.782 per dolar AS, sekaligus rebound ke kisaran Rp16.700-an per dolar AS.
“Alhamdulillah hari ini (red-Senin kemarin) rupiah menguat ke Rp 16.700-an pada saat kita memutuskan Pak Thomas terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia,” kata Misbakhun kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026), dikutip Holopis.com.
Sebelumnya, rupiah sempat menjadi sorotan karena mengalami tren pelemahan dan mendekati level Rp17.000 per dolar AS. Namun, kini mata uang nasional kembali menunjukkan penguatan.
“Alhamdulillah,” tegas Misbakhun lagi, menarasikan perkasanya rupiah karena faktor sosok pria yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).
Diketahui, kursi Deputi Gubernur BI sempat kosong setelah Juda Agung mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Menindaklanjuti kekosongan tersebut, Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur BI Perry Warjiyo merekomendasikan tiga kandidat, yakni Solikin M. Juhro, Dicky Kartikoyono, dan Thomas Djiwandono.
Ketiga nama tersebut menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI. Setelah melalui proses tersebut, Komisi XI DPR RI memutuskan memilih Thomas Djiwandono untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia.

