HOLOPIS.COM, BOGOR – Kabupaten Bogor, tepatnya di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cibungbulang, di sana, terdapat sebuah destinasi wisata sejarah yang menawarkan pengalaman unik yakni menjelajahi waktu dari zaman batu hingga era kolonial dalam satu lokasi.
Museum Situs Pasir Angin bukan sekadar gedung penyimpanan barang antik. Tempat ini adalah saksi bisu perjalanan panjang kebudayaan manusia di Jawa Barat. Situs ini merupakan salah satu titik penting untuk memahami lapisan sejarah Indonesia.
Berbeda dengan museum pada umumnya yang seringkali memfokuskan pada satu era tertentu, Museum Pasir Angin menyimpan koleksi yang sangat kontras namun saling berkesinambungan dalam satu kawasan.
Di sini, pengunjung dapat menyaksikan peninggalan era prasejarah (Neolitik) berupa artefak masa batu baru yang menandai awal kehidupan menetap, hingga memasuki masa klasik (Hindu-Buddha) melalui keberadaan arca-arca kuno yang mencerminkan kuatnya pengaruh budaya India.
Menariknya lagi, jejak sejarah tersebut bersanding dengan era kolonial dan Perang Dunia melalui keberadaan Tugu Jepang yang menandai lokasi pertempuran sengit antara pasukan Sekutu dan Jepang di abad ke-20.
Salah satu daya tarik paling legendaris dari situs ini adalah penemuan Topeng Emas. Meskipun artefak aslinya kini diamankan di BRIN Cibinong demi alasan pelestarian, sejarah penemuannya di Pasir Angin menjadi bukti bahwa masyarakat kuno di wilayah ini sudah memiliki peradaban yang sangat maju dan terorganisir.
Topeng emas ini memberikan gambaran tentang aspek-aspek kehidupan masyarakat di masa lalu yang sangat bernilai bagi ilmu pengetahuan.
Keunikan lain dari situs ini adalah posisinya. Terletak di bukit tertinggi di kawasannya, tempat ini dahulu digunakan sebagai titik pantau militer yang strategis.
Dari sini, para tentara di masa lalu bisa memantau pergerakan musuh dengan jelas. Kini, posisi tinggi tersebut memberikan suasana sejuk dan pemandangan yang menyegarkan bagi para pelancong.
Situs ini mulai diteliti secara intensif pada tahun 1970-1975. Berbagai benda mulai dari batu obsidian, perunggu, besi, hingga gerabah ditemukan di sini. Pada tahun 1976, bangunan penyimpanan didirikan, yang kemudian berevolusi menjadi museum yang kita kenal sekarang.
Kabar baik bagi para pecinta wisata edukasi, pemerintah berencana melakukan revitalisasi pada Museum Situs Pasir Angin. Tujuannya agar fasilitas lebih modern dan data temuan semakin lengkap, sehingga lebih menarik bagi generasi muda untuk belajar sejarah sambil berwisata.

