Kronologi Guru Talaud Dikeroyok Oknum TNI AL yang Berujung Penyerbuan Mako Lanal

8 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Viral di media sosial warga Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) menggeruduk dan melakukan pengrusakan di Markas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) Melonguane. Massa geram karena ulah 5 oknum TNI AL yang mengeroyok seorang guru saat memancing.

Pihak TNI AL pun beri penjelasan terkait insiden itu. Komandan Komando Daerah TNI AL (Dankodaeral) VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, menjelaskan awal mula karena adanya kesalahpahaman. Dia menuturkan para oknum anggota TNI AL yang melakukan pengeroyokan karena pengaruh minuman keras.

- Advertisement -

Insiden pengeroyokan yang dilakukan 5 oknum TNI AL itu terjadi di Pelabuhan Umum Melonguane, Kepulauan Talaud pada Kamis, (22/1), malam.

Laksda Dery menuturkan imbas pengeroyokan, korban mengalami luka-luka. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada warga Melonguane yang marah.

- Advertisement -

Dia menegaskan TNI AL bakal menindak tegas 5 oknum sesuai proses hukum. Insiden yang mencoreng instuititusi itu dijadikan bahan evaluasi TNI AL.

“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam melaksanakan pembinaan kepada seluruh anggota TNI AL,” kata Laksda Dery dalam keterangannya, yang dikutip pada Senin, (26/1/2026).

Laksda Dery menambahkan TNI AL juga tak mentoleransi tindakan keliru yang melanggar hukum dilakukan oleh oknum prajurit. Ia bilang 5 oknum TNI AL yang terlibat sudah diamankan dan dalam pemeriksaan Detasemen Polisi Militer TNI AL.

Kronologi Pengeroyokan

Dari informasi yang dikutip, korban yang merupakan warga Talaud berinisial BS dikeroyok oleh lima oknum anggota TNI AL. Insiden pengeroyokan itu terjadi di Pelabuhan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Menurut keterangan tokoh adat Talaud, Godfried Timpua, bahwa para pelaku sempat melempar korban BS juga dilempar ke laut. Korban merupakan guru SMKN Talaud di Melonguane.

Godfried menjelaskan pengeroyokan terjadi di Pelabuhan Umum Melonguane, pada Kamis (22/1) sekitar pukul 23.30 Wita. Korban BS sebelum dikeroyok tengah memancing di lokasi bersama beberapa temannya.

Menurut dia, korban terganggu dengan aksi para pelaku yang mabuk miras. “Merasa terganggu oleh anggota Lanal yang mabuk, mereka berteriak-teriak memaki,” kata Godfried dikutip pada Senin, (26/1/2026).

Dia menuturkan korban yang risih dan terganggu menegur para pelaku. Tapi, para oknum TNI AL itu tak terima ditegur.

Dengan kondisi mabuk, para pelaku pun mengeroyok korban hingga mengalami luka serius. “Tak terima ditegur anggota TNI AL bersama teman-temannya langsung mengeroyok korban sampai babak belur,” tutur Godfried.

Dia bilang usai dikeroyok, korban juga dilempar para pelaku ke laut. “Korban tidak bisa berenang. Syukur ada warga segera menyelamatkan,” lanjutnya.

Aksi brutal 5 oknum TNI AL itu membuat warga Melonguane emosi. Massa yang murka pun mendatangi Markas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) Melonguane di Talaud pada keesokannya pada Jumat (23/1).

Massa menggeruduk Mako Lanal untuk minta keadilan terhadap para pelaku. Dari video yang viral, massa yang emosi juga merusak fasilitas kantor Mako Lanal seperti merobohkan area kanopi.

Massa juga tampak menyerang dan memukuli aparat petugas di lokasi. Mereka juga sempat saling dorong dengan prajurit TNI AL. Jumlah massa yang banyak membuat TNI dan polisi di lokasi seperti kewalahan. Bahkan, ada anggota TNI yang dikejar-kejar massa.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
8 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis