HOLOPIS.COM, JAKARTA – Founder Freedom Institute, Andi Rizal Mallarangeng memuji keberadaan Indonesia di dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Keamanan yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Menurutnya, keberadaan Indonesia sudah sesuai dengan amanat konstitusi khususnya pada pembukaan UUD 1945, yakni Indonesia adalah negara yang bebas aktif dan ikut serta dalam upaya menghapus penjajahan dan menciptakan perdamaian dunia.
“Keterlibatan kita di Board of Peace itu bagus dan juga sesuai perintah konstitusi kan, bebas aktif turut serta menciptakan perdamaian dunia,” kata Rizal dalam sebuah podcast yang dikutip Holopis.com, Minggu (26/1/2026).
Di mana salah satu misi yang konkret mengapa Indonesia ada di forum tersebut adalah, untuk mendukung perdamaian di Gaza, dan khususnya kemerdekaan di Palestina.
Sehingga dengan adanya Indonesia menjadi bagian dari member of BoP tersebut, maka nilai tawar negara yang kini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto sangat nyata. Mereka bisa melakukan kontrol aktif terhadap upaya mewujudkan perdamaian di Gaza.
“Jadi itulah salah satu wujud peran aktif Indonesia yang konkret, enggak cuma ngomong doang, dukung moralnya, dukung ininya, tapi enggak ada aksi. Ini aksi ini, action-oriented organization gitu loh,” ujarnya.
Rizal menegaskan bahwa Indonesia sangat berpeluang besar untuk ikut dalam berbagai perundingan besar dalam misi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia, termasuk di Gaza. Indonesia tidak hanya sekadar penonton dan pemberi komentar belaka, akan tetapi bisa ikut menjadi bagian dari aktor untuk mewujudkan mimpi besar di planet bumi itu.
“Ini buat saya, alhamdulillah kita terlibat. Kalau enggak, kan bayangin Qatar, Arab Saudi, Turki, Amerika diskusi di meja soal rekonstruksi Palestina, kita cuma ngomong di koran, ngomong doang gitu loh. Ah sekarang enggak, kita we are on the table,” tegasnya.
Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Indonesia menjadi bagian dari anggota dalam forum yang dibentuk oleh Donald Trump, yakni Board of Peace, yakni sebuah Dewan Keamanan yang kini beranggotakan 26 negara.
Penandatanganan nota kesepemahaman tersebut dilakukan di Davos, Swiss pada hari Kamis, 22 Januari 2026. Dari Indonesia, hadir langsung Presiden Prabowo Subianto.
Dalam paparannya, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyampaikan bahwa tujuan utama dari BoP tersebut adalah menciptakan stabilitas dunia.
“(Melalui Board of Peace), akan dibentuk semacam international stabilization force, tapi ini juga merupakan satu bagian dari proses yang dilakukan dalam rangka mencapai perdamaian di Gaza,” kata Sugiono, Jumat 23 Januari 2026.
Ia memberikan penjelasan penting bahwa salah satu alasan Indonesia di forum tersebut adalah agar bisa ikut mengupayakan penghentian konflik dan perang di Gaza, demi perdamaian dan kemerdekaan Palestina, di mana Indonesia selama ini ikut mengampanyekan dan mendukung langkah besar tersebut.
“Concern kita semua adalah bahwa piagam serta pembentukan board of peace ini adalah sesuatu yang fokus utamanya bagi kita merupakan bagaimana mencapai kemerdekaan dan perdamaian di Palestina,” pungkasnya.
Berikut adalah 26 daftar negara anggota BoP (Board of Peace) :
1. Albania
2. Argentina
3. Armenia
4. Azerbaijan
5. Bahrain
6. Belarus
7. Bulgaria
8. Egypt
9. Hungary
10. Indonesia
11. Israel
12. Yordania
13. Kazakhstan
14. Kosovo
15. Kuwait
16. Mongolia
17. Morocco
18. Pakistan
19. Paraguay
20. Qatar
21. Arab Saudi
22. Turkey
23. United Arab Emirates (UAE)
24. United States
25. Uzbekistan
26. Vietnam

