HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai interaksi antarmanusia (human interaction) akan menjadi faktor penentu dalam menjaga daya saing dunia kerja pada 2026, seiring dengan pesatnya adopsi teknologi di berbagai sektor usaha.
Ketua Pengurus Kadin Indonesia Institute, Mulya Amri mengatakan, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan kualitas hubungan antarmanusia di lingkungan kerja agar produktivitas dan ketahanan organisasi tetap terjaga.
“Yang paling penting di 2026 adalah human interaction atau interaksi antarmanusia,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Holopis.com, Jumat (23/1/2026).
Mulya menjelaskan, di tengah meningkatnya kekhawatiran pekerja terhadap perubahan lanskap ketenagakerjaan dan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), perusahaan perlu membangun budaya kerja yang sehat.
Hal itu dapat diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka, kepemimpinan yang empatik, serta keterlibatan aktif karyawan dalam proses kerja.
Pandangan serupa disampaikan CEO & Founder Strengths ID yang juga Partner Gallup Indonesia, Roma Tampubolon. Ia menilai faktor non-finansial memiliki peran besar dalam menjaga produktivitas dan kinerja organisasi, sebagaimana tercermin dalam laporan Global State of the Workplace dari Gallup.
“Tidak semuanya bisa diselesaikan oleh uang atau finansial,” kata Roma.
Menurut Roma, peran manajer dan pemimpin menjadi semakin krusial dalam membangun kepercayaan, melakukan coaching, serta menciptakan lingkungan kerja yang suportif.
Pendekatan berbasis interaksi manusia dinilai lebih efektif dalam menjaga engagement atau keterikatan karyawan dibandingkan hanya mengandalkan insentif material.
Kadin memandang, keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan kualitas hubungan antarmanusia akan menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk tetap kompetitif di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah.

