HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekretaris Kabinet Merah Putih, Teddy Indra Wijaya mengungkap poin penting dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para cendekiawan dan state actor dalam bidang pendidikan di Inggris.
Salah satunya adalah mimpi Presiden Prabowo untuk mendorong pembangunan kampus baru di Indonesia yang fokus di bidang pendidikan kedokteran hingga sains.
“Yang pertama ada kerja sama pendidikan. Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang step science, technology engineering and mathematic, itu nanti beliau akan buat di Indonesia,” kata Teddy di London, Inggris, Rabu (21/1/2026).
Kemudian ia juga mengatakan bahwa Prabowo telah meminta agar para profesor dari kampus-kampus top di Inggris dapat bekerja sama dalam penguatan bidang pendidikan di Indonesia. Walaupun sebenarnya, sudah ada satu kampus dari Inggris yang berdiri dan beroperasi di Malang, Jawa Timur, yakni Kampus King’s College London (KCL) Singhasari.
“Harapannya dengan profesor-profesor kemarin dari top university di Inggris akan bisa kerja sama, ada yang penambahan mahasiswa yang kuliah di sini, kemudian juga ada pembuatan kampus baru, kampus dari mereka di Indonesia. Kita sudah punya di Singosari,” ujarnya.
Masih dalam upaya transfer knowladge, Teddy telah meminta kepada pemerintah Inggris melalui Kementerian Pendidikan di sana agar bisa mengirim dosen-dosen terbaik untuk mengajar di Indonesia.
“Kemudian yang kedua juga nanti pertukaran dosen, kira-kira begitu. Jadi ada dari profesor mereka yang nanti akan mengajar di Universitas kita itu,” sambungnya.
Semua upaya itu kata Teddy, merupakan mimpi Presiden Prabowo Subianto agar kampus-kampus di Indonesia mampu unggul dan berada di level internasional.
“Kemudian yang ketiga tentunya dengan bertemu kemarin ada menteri pendidikan UK juga, kemudian ada dari Russell Group, top-topnya university itu, harapannya ranking Universitas Indonesia bisa naik di level dunia,” pungkas Teddy.

