Screenverse Indonesia Resmi Meluncur, Masuki Era Baru Industri Konten

35 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Selama puluhan tahun, wajah industri kreatif Indonesia kerap tampak seperti gugusan pulau yang indah namun terpisah-pisah. Sineas film, produser televisi, hingga pemain kunci di ranah konten digital seringkali berjalan di jalur masing-masing, menciptakan “tembok kaca” yang menghambat potensi kolaborasi skala besar.

Menjawab tantangan fragmentasi ini, Digital Ecosystem Solutions (DES) resmi meluncurkan IP event transformatif mereka yakni Screenverse Indonesia. Proyek ini bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan sebuah ‘metaverse’ fisik bagi para pemain industri layar untuk berbaur, bertukar ide, dan merumuskan masa depan konten nasional.

- Advertisement -

Managing Director DES, Rachdian Nashidik, membedah anomali yang terjadi di lapangan. Menurutnya, hambatan utama kemajuan audiovisual nasional bukanlah defisit talenta, melainkan kultur “bekerja sendiri-sendiri” yang masih dominan.

“Screenverse pada dasarnya adalah platform baru yang terintegrasi di industri perfilman, OTT, dan seluruh ekosistem industri layar. Kami melihat banyak potensi yang terbuang karena industri saat ini bekerja dalam ruang-ruang terisolasi. Dengan Screenverse, kami ingin meruntuhkan sekat tersebut agar semua aktor industri bisa bersinergi menghasilkan karya yang dampaknya jauh lebih masif,” ungkap Rachdian.

- Advertisement -

Rachdian memproyeksikan inisiatif ini sebagai katalisator ekonomi yang akan menciptakan efek bola salju yaitu mulai dari masuknya investasi baru, terciptanya ribuan lapangan kerja, hingga pertumbuhan industri yang tidak hanya cepat, tapi juga berkelanjutan.

Kehadiran Screenverse dipicu oleh pergeseran tektonik dalam pola konsumsi konten dunia. Data internal DES mengungkapkan fakta yang mengejutkan bahwa pasar Over-The-Top (OTT) global sedang mengalami ledakan dengan penambahan rata-rata 250 hingga 400 juta pengguna baru setiap dua tahun.

Di level regional, creator economy di Asia Tenggara telah bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru yang sangat stabil, dengan suntikan nilai ekonomi sebesar 2 hingga 4 miliar dolar AS setiap tahunnya. Screenverse hadir untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penonton di pasar yang begitu besar ini, melainkan menjadi pemain utama yang menentukan arah tren.

“Kami percaya, ketika ekosistem ini menyatu, kita akan menghasilkan sesuatu yang jauh melampaui apa yang bisa dicapai secara individu,” tambah Rachdian penuh optimisme.

Satu hal yang membedakan Screenverse dari ajang serupa adalah komitmennya pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Di sini, teknologi mutakhir akan dipertemukan langsung dengan para pencerita (storytellers). Sineas dan kreator konten diberikan akses untuk mengeksplorasi alat produksi terbaru sekaligus membuka gerbang ke jaringan distribusi internasional.

Melalui langkah strategis ini, Screenverse Indonesia diharapkan menjadi “kompas” baru yang membawa ekosistem audiovisual nasional menuju panggung global dengan daya saing yang jauh lebih tajam.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
35 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis