Puluhan Warga di Kabupaten Pandeglang Terdampak Banjir
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten hingga menyebabkan sejumlah kerusakan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hujan deras disertai angin kencang terjadi sejak Rabu (21/1).
"Kondisi tersebut telah menyebabkan tanah longsor pada sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Cikedal, Cadasari, Cipeucang, Pagelaran, Carita, Cisata, Sindangresmi, Sukaresmi, dan Cimanuk," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (22/1).
Abdul menjelaskan bahwa bencana tersebut menyebabkan setidaknya 16 KK atau 64 jiwa terdampak dengan kerugian materi di antaranya satu unit rumah rusak berat, dua unit rumah sedang, dan 13 unit rumah rusak ringan.
Pemerintah Provinsi Banten diketahui telah menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur Banten Nomor 684 Tahun 2025 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat bencana Akibat Hidrometeorologi di Provinsi Banten selama 90 hari TMT 19 Desember 2025 s.d 19 Maret 2026.
Sementara itu, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Selatan, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.
Abdul kemudian mengimbau untuk menjauhi wilayah terbuka Ketika terjadi hujan yang disertai petir serta angin kencang. Hindari berteduh dibawah pohon, bangunan serta infrastruktur yang mudah rapuh.
"Tetap tenang dan selalu siaga menghadapi perubahan cuaca, serta pahami langkah evakuasi mandiri jika diperlukan," imbaunya.