Polisi Belum Bisa Periksa Korban Keracunan di Warakas


Oleh : Maria Hermina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Polisi mengungkapkan kondisi terkini korban berinisial ASJ (22) yang selamat dari insiden keracunan satu anggota keluarga di Jalan Warakas 5 Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1) lalu. Hingga saat ini, ASJ belum dapat dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa ASJ merupakan satu-satunya korban yang selamat dari insiden yang menewaskan seorang ibu dan dua anaknya di sebuah kontrakan di Warakas beberapa waktu lalu.

“Sebagai tambahan informasi, satu korban yang selamat saat ini masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati sehingga belum dapat dimintai keterangan,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (19/1).

Budi mengatakan bahwa saat ini Tim Penyidik Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik. Kemudian, hasil dari lab forensik (labfor) yang sudah dilakukan akan dilakukan pencocokan dan diteliti lebih lanjut.

“Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik, sementara hasil Labfor yang telah dilakukan sedang dicocokkan dan diteliti lebih lanjut dengan hasil kedokteran forensik di RS Polri Kramat Jati,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Budi jika seluruh fakta telah lengkap di data maka pihaknya akan segera melakukan gelar perkara.

“Proses gelar perkara pengambilan kesimpulan atas temuan akan dilakukan setelah semua fakta lengkap didapatkan,” kata Budi.

Hingga saat ini, penanganan kasus insiden keracunan sekeluarga di Warakas tersebut masih dilaksanakan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara.

Sebagai informasi, sebelumnya diberitakan tiga korban tewas dalam sebuah kontrakan di Warakas, diduga akibat keracunan makanan.

Ketiga korban yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai seorang anak laki-laki berinisial AAB (13), dan dua perempuan berinisial SS (50) dan AAL (27). Sementara satu orang lainnya, pria berinisial ASJ (22), berhasil selamat dan kini mendapatkan perawatan intensif.

Kasus ini diketahui tetangga korban pada Jumat (2/1/2026) pagi. Warga lalu melaporkan insiden yang terjadi di rumah kontrakan itu ke polisi.

Tampilan Utama