Kurs Rupiah Lesu Nyaris 17 Ribu, Menkeu Pede Penguatan Tinggal Tunggu Waktu


Oleh : Dani Yoga

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah dengan nyaris menembus level Rp17 ribu. Pada pembukaan perdagangan pada Selasa pagi, kurs rupiah mesorot ke posisi Rp16.885 per dolar AS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons lesunya nilai tukar rupiah. Dia tak khawatir dan masih pede rupiah bakal segera menguat.

Menurut dia, pergerakan rupiah sangat bergantung pada fundamental ekonomi suatu negara. Bagi dia, untuk dinamika sektor ekonomi Indonesia, kinerja masih bergerak resilien.

Purbaya mengatakan demikian karena melihat kondisi bursa saham denhan merujuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam level All Time High (ATH) yang sempat tembus ke level 9.133,87.

"IHSG All Time High, kan? Kalau indeks naik, pasti ada aliran asing masuk ke situ juga. Nggak mungkin masuk sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu," kata Purbaya, di Jakarta dikutip pada Selasa, (20/1/2026).

Dia menyebut penguatan rupiah tinggal tunggu waktu. “Jadi, ini tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat, karena suplai dolar akan bertambah,” jelas Purbaya.

Lantas, dia juga buka suara terkait isu pelemahan rupiah imbas pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Purbaya bilang dugaan spekulasi itu kemungkinan adanya kekhawatiran bank sentral yang berpotensi kehilangan independensi. Kekhawatiran itu jika salah satu jabatan penting BI diisi oleh eks pejabat pemerintahan.

Dia menuturkan, kabar masuknya Wamenkeu Thomas ke BI tak akan berpengaruh terhadap independensi otoritas moneter. “Saya pikir nggak akan begitu,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, dia pede sentimen bakal mereda sehingga rupiah kembali menguat. Hal itu karena seiring kondisi positifnya fondasi ekonomi nasional.

Dia menekankan, pemerintah saat ini tengah fokus menjaga stabilitas dan likuiditas sistem keuangan. Selain itu, pemerintah juga terus percepat belanja negara di awal tahun untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Purbaya bilang ada tiga langkah yang disiapkan demi menjaga fondasi ekonomi dalam negeri.

Langkah pertama dengan bisa memastikan likuiditas sistem finansial cukup baik. "Kedua, saya pastikan program-program belanja pemerintah dibelanjain cepat di awal tahun ini," tutur Purbaya.

Lalu, dia menyebut pemerintah juga berupaya tengah perbaiki iklim investasi melalui penyelesaian hambatan regulasi. Bagi Purbaya, target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun ini masih realistis.

Tampilan Utama