Jalan Berliku Senegal Jadi Raja Afrika: Drama Walk Out dan Penalti Gagal Maroko

31 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTASenegal mengunci gelar juara Piala Afrika 2025 usai mengalahkan Maroko 1-0 di laga final. Gol kemenangan Senegal dicetak Pape Guaya di menit ke-94.

Ada sederet fakta menarik sepanjang laga final di Prince Moulay Abdellah Stadium, Maroko, Senin dini hari WIB. Laga final di Rabat berlangsung panas hingga menit akhir babak ekstra time.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Meski bermain di markas Maroko, Senegal lebih dominan dalam penguasaan bola. Dari data ESPN, Sadio Mane Cs tercatat menguasai 55 persen penguasaan bola. Sementara, Maroko cuma 45 persen.

Senegal melakukan tembakan 11 kali yang 6 di antaranya 6 tepat ke arah gawang. Sementara, Maroko dengan 17 tembakan dengan 5 shots on goal.

- Advertisement -

Di laga final yang kontroversial ini, wasit mesti mengeluarkan 7 kartu kuning. Rinciannya 5 untuk pemain Senegal. Lalu, 2 kartu buat tim Maroko.

Walk Out dan gagal penalti

Mengutip ulasan Al Jazeera, pemain Senegal sempat meninggalkan lapangan atau walk out sebagai bentuk protes atas penalti yang diberikan wasit kepada Maroko. Pemain Senegal protes karena merasa dirugikan.

Pemain Senegal merasa wasit berpihak ke tuan rumah Maroko. Salah satunya karena gol Ismaila Sarr lewat sundulah malah dianulir wasit asal Kongo Jean Jacques Ndala.

Alasan wasit saat itu menilai ada pelanggaran yang dilakukan Abdoulaye Seck setelah mengecek VAR. Di momen lain, wasit menunjuk titik putih untuk Maroko.

Penalti diberikan setelah pemeriksaan VAR oleh wasit Jean-Jacques Ndala. Pelanggaran terjadi karena Brahim Diaz ditarik jatuh oleh bek sayap Senegal, El Hadji Malick Diouf.

Keputusan wasit itu membuat pelatih Senegal Pape Bouna Thiaw geram dan menginstruksikan tim asuhannya untuk walk out. Namun, tim Senegal kembali ke lapangan usai dilobi sejumlah pemain senior seperti Sadio Mane.

Senegal juara Piala Afrika 2025 usai mengalahkan Maroko di final - Holopis
Senegal juara Piala Afrika 2025 usai mengalahkan Maroko di final. [Foto : Timnas Senegal]
Laga berlanjut dengan sesi tendangan penalti yang dilakukan winger Maroko Brahim Diaz. Namun, tendangan penalti pemain Real Madrid itu gagal.

Eksekusi tendangan penalti lob ala Panenka Diaz gampang ditebak. Tendangan penaltinya yang lemah melayang lemah ke pelukan kiper Senegal, Edouard Mendy.

Maroko Gagal Juara setelah 50 Tahun

Brahim Diaz yang menyia-nyiakan peluang emas membuat Maroko gagal juara. Padahal, puluhan ribu pendukung Maroko sudah menyiapkan pesta di Rabat.

Kemenangan Senegal di final kali ini juga mungkin bakal dianggap sebagai noda besar pada turnamen yang seharusnya sukses. Aksi walk out yang dilakukan Sebagian pemain Senegal jadi sorotan.

Sebaliknya kekalahan ini melanjutkan catatan buruk Maroko di turnamen Piala Afrika. Tim Singa Atlas ingin menangkan piala turnamen setelah puasa 50 tahun.

Kegagalan Diaz mengeksekusi penalti, membuat pemain Senegal bersemangat untuk mencetak gol. Mereka pun berhasil dengan membuat penggemar tuan rumah yang memadati lebih 60 ribu kursi penonton terdiam.

Tim Maroko sangat kecewa, terutama Diaz, yang segera diganti. Mereka mestinya masih bisa memaksakan jalan pertandingan selesai lewat adu penalti. Apalagi ada peluang emas dari sundulan Nayef Aguerd yang membentur mistar gawang di babak kedua perpanjangan waktu.

Tapi, hal itu tak terjadi bagi tuan rumah. Mimpi Maroko memenangkan gelar di depan para penggemar mereka sendiri untuk mengakhiri penantian 50 tahun buyar.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
31 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis